Artikel
Lab Uji Air Limbah Terakreditasi
17 Februari 2023
Diperbarui 8 Agustus 2026
Lab uji air limbah terakreditasi untuk sampling dan analisis industri. Cocokkan sektor, titik penaatan, parameter, metode, dan dokumen sebelum penawaran.
Jawaban singkat
Bagaimana memilih lab uji air limbah terakreditasi?
Lab uji air limbah terakreditasi harus dikonfirmasi dari ruang lingkup akreditasi sesuai parameter dan metode, bukan dari nama laboratorium saja. A3 Laboratories membantu sampling dan analisis berdasarkan sumber, sektor, titik penaatan, kondisi operasi, serta dokumen fasilitas. Untuk domestik, Permen LH/BPLH No. 11 Tahun 2025 menggantikan Permen LHK No. 68 Tahun 2016; ketentuan industri mengikuti sektor dan aturan yang berlaku.
A3 Laboratories (PT Advanced Analytics Asia Laboratories), melalui lab.id, membantu perusahaan menyiapkan pengambilan sampel dan pengujian air limbah. Laboratorium terakreditasi tetap harus diperiksa sampai tingkat matriks, nama analit, metode, dan ruang lingkup yang sesuai; logo atau nama laboratorium saja tidak membuktikan semua parameter tercakup. Dalam perencanaan, pisahkan aliran domestik dari aliran proses, lalu catat jenis kegiatan, debit atau volume, tujuan pelepasan atau pemanfaatan, titik penaatan, kondisi operasi, serta pengolahan yang digunakan. Kirim Persetujuan Teknis, Persetujuan Lingkungan, matriks pemantauan, dan hasil sebelumnya sebelum meminta penawaran. Data tersebut menentukan titik, parameter, wadah, pengawetan, metode, frekuensi, dan acuan pembanding yang relevan. Identitas sampel, waktu pengambilan, kondisi operasi, pengawetan, serah-terima, dan chain of custody juga perlu terdokumentasi agar hasil dapat ditelusuri ke titik serta kejadian yang dinilai.
- Untuk air limbah domestik, gunakan Permen LH/BPLH No. 11 Tahun 2025 dan tentukan tabel dari sumber, volume, tujuan pelepasan atau pemanfaatan, laundry, klorinasi, serta jenis fasilitas
- Untuk air limbah industri, cocokkan sektor dengan Permen LH No. 5 Tahun 2014 beserta perubahan dan peraturan sektoral yang lebih baru; jangan memakai lampiran yang sudah dicabut
- Pilih BOD, COD, TSS, pH, minyak dan lemak, amonia, logam, atau senyawa proses hanya ketika media, sektor, dokumen, dan tujuan uji mendukungnya
- Pengambilan sampel di inlet IPAL, outlet IPAL, titik proses, titik penaatan, atau sumber air limbah yang disepakati
- Pencatatan kondisi operasi, identitas titik, wadah, pengawetan, waktu pengambilan, dan chain of custody agar hasil dapat ditelusuri
- Pembacaan hasil uji sebagai dasar tindak lanjut pengolahan air limbah, pemantauan ulang, atau pelaporan internal
| Pertanyaan perusahaan | Data yang perlu disiapkan | Jalur di lab.id |
|---|---|---|
| Mencari baku mutu domestik Permen LHK 68/2016 | Sumber air limbah, volume, tujuan pelepasan atau pemanfaatan, kegiatan laundry, klorinasi, jenis fasilitas, dan dokumen lingkungan. | Jangan memakai tabel 2016 sebagai acuan saat ini. Cocokkan kebutuhan dengan Permen LH/BPLH No. 11 Tahun 2025 yang berlaku sejak 9 September 2025. |
| Mencari baku mutu industri Permen LH 5/2014 | Jenis usaha atau KBLI, proses, bahan, sumber aliran, debit, titik penaatan, Persetujuan Teknis, serta lampiran sektoral yang hendak dipakai. | Periksa status lampiran dan aturan sektoral terbaru. Permen LH No. 5 Tahun 2014 berstatus berlaku, tetapi tidak seluruh ketentuannya tetap utuh untuk setiap sektor. |
| Perlu uji air limbah industri | Jenis kegiatan, sumber air limbah, titik pengambilan sampel, parameter awal, tujuan laporan, dan jadwal operasi. | Mulai dari layanan pengujian air untuk konfirmasi cakupan dan penawaran. |
| Perlu menentukan baku mutu air limbah | Klasifikasi kegiatan, dokumen Persetujuan Teknis atau lingkungan, titik penaatan, dan parameter yang dipersyaratkan. | Pilih baku mutu sektoral dan acuan fasilitas; jangan memakai batas dari sektor lain atau angka generik. |
| Perlu mengecek BOD COD air limbah | Titik inlet, outlet, atau titik proses yang ingin dibandingkan, serta parameter pendamping seperti TSS, pH, minyak dan lemak. | Gunakan hasil laboratorium untuk membaca beban organik dan performa pengolahan. |
| Perlu pengambilan sampel sesuai metode | Akses lokasi, kondisi operasi, wadah sampel, kebutuhan pengawetan, dan parameter lapangan yang cepat berubah. | Artikel ini memuat ringkasan tahapan pengambilan contoh berdasarkan SNI 6989.59:2008. |
| Perlu penawaran yang dapat dibandingkan | Jumlah titik, frekuensi, parameter per titik, kebutuhan sampling, alamat lokasi, jadwal operasi, tenggat, dan format laporan. | Minta ruang lingkup tertulis yang memisahkan biaya sampling, analisis, perjalanan, dan kebutuhan tambahan. |
| Hasil uji perlu ditindaklanjuti | Nilai parameter, riwayat proses IPAL, target pemantauan, dan batas waktu laporan. | Hubungkan hasil uji dengan evaluasi proses, pengolahan ulang, atau program pengolahan air limbah. |
| Menentukan paket awal BOD, COD, TSS, dan pH | Paket awal berguna untuk membaca beban organik, padatan, dan kondisi keasaman pada titik yang jelas, tetapi belum cukup untuk semua sektor atau semua kewajiban. | Tambahkan debit, titik penaatan, jenis industri, bahan kimia, proses dominan, Persetujuan Teknis, minyak dan lemak, amonia, warna, logam, atau mikrobiologi bila sumber dan acuan menuntutnya. |
Menghitung beban pencemar dari konsentrasi dan debit
Beban pencemar menghubungkan konsentrasi dengan volume aliran. Untuk data harian, gunakan beban (kg/hari) = konsentrasi (mg/L) × debit (m³/hari) ÷ 1.000, hanya jika konsentrasi dan debit mewakili titik serta periode yang sama.
| Langkah atau kondisi | Perhitungan atau data | Keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan |
|---|---|---|
| Rumus harian | Beban (kg/hari) = C (mg/L) × Q (m³/hari) ÷ 1.000. | Simpan konsentrasi, debit, satuan, titik, tanggal, periode debit, dan cara pengukuran debit bersama hasil perhitungan. |
| Contoh satu titik | BOD 120 mg/L dan debit 500 m³/hari menghasilkan 120 × 500 ÷ 1.000 = 60 kg BOD/hari. | Angka 60 kg/hari hanya mewakili kondisi yang dicakup sampel dan debit tersebut; jangan memperluasnya ke hari lain tanpa bukti operasi yang sebanding. |
| Efisiensi berbasis beban | Inlet 200 mg/L pada 500 m³/hari = 100 kg/hari; outlet 50 mg/L pada 600 m³/hari = 30 kg/hari; pengurangan beban = (100 − 30) ÷ 100 × 100% = 70%. | Gunakan beban ketika debit inlet dan outlet berbeda. Perhitungan dari konsentrasi saja akan memberi 75% dan dapat menyesatkan karena perubahan aliran diabaikan. |
| Aliran sesaat | Jika debit dicatat dalam L/detik, beban kg/hari = C (mg/L) × Q (L/detik) × 0,0864. | Pastikan nilai debit sesaat mewakili periode konsentrasi; satu pembacaan debit tidak otomatis mewakili pelepasan yang berfluktuasi. |
| Pembuangan batch | Pasangkan konsentrasi batch dengan volume batch; jumlahkan massa setiap batch untuk periode laporan. | Catat awal-akhir pelepasan, volume, homogenisasi, nomor batch, bypass, dan sisa dalam bak sebelum menggabungkan hasil. |
| Perhitungan tidak layak | Waktu konsentrasi dan debit tidak berpasangan, satuan belum disamakan, ada bypass atau recycle yang tidak tercatat, inventori bak berubah, atau sampel tidak mewakili aliran. | Tandai data sebagai tidak cukup untuk beban; jangan mengisi nilai yang hilang dengan asumsi nol atau debit desain. |
- Beban pencemar tidak menggantikan perbandingan konsentrasi pada titik penaatan bila dokumen fasilitas mensyaratkan keduanya.
- Untuk tren IPAL, gunakan titik, periode, jenis sampel, kondisi operasi, dan metode debit yang konsisten sebelum membandingkan beban antarwaktu.
Cek kesesuaian parameter sebelum botol air limbah disiapkan
Permintaan uji air limbah siap dijadwalkan setelah matriks air limbah, nama analit, metode, satuan, batas pelaporan, pengawetan, dan basis pembanding cocok dengan ruang lingkup laboratorium serta dokumen fasilitas. Jika salah satu unsur belum jelas, hasil berisiko tidak dapat dipakai untuk keputusan kepatuhan atau evaluasi IPAL.
| Pemeriksaan prapemesanan | Contoh yang harus dikunci | Risiko bila belum dikunci |
|---|---|---|
| Matriks dan titik | Air limbah pada outlet IPAL, inlet, bak proses, atau titik penaatan dengan kode titik yang sama seperti dokumen fasilitas. | Hasil dari titik proses dikira hasil kepatuhan, atau ruang lingkup akreditasi tidak sesuai matriks. |
| Nama analit dan basis | BOD5, COD, TSS, minyak dan lemak, NH3-N, logam total/terlarut, pH lapangan, atau parameter sektoral lain. | Angka dibandingkan dengan acuan yang memakai nama, fraksi, atau basis berbeda. |
| Metode dan batas pelaporan | Metode yang tercantum pada ruang lingkup, LOQ yang cukup rendah untuk batas keputusan, dan rentang yang sesuai sampel. | Hasil <LOQ tidak dapat menjawab baku mutu rendah atau perlu pengenceran yang menaikkan batas pelaporan. |
| Satuan dan pembanding | mg/L, satuan pH, debit m3/hari, kg/hari, basis nitrogen, atau basis lain sesuai acuan. | Satuan perlu dikonversi setelah laporan dan rawan salah tafsir. |
| Wadah, pengawetan, waktu simpan | Jenis botol, pendinginan, asam/basa bila diperlukan, analisis cepat, pengukuran lapangan, dan batas waktu penerimaan. | Analit berubah sebelum analisis atau sampel ditolak karena penanganan tidak sesuai. |
| Tanggung jawab sampling | Laboratorium atau pelanggan yang mengambil sampel, siapa mengukur lapangan, siapa mengisi chain of custody, dan jadwal serah-terima. | Rantai penguasaan dan kondisi lapangan tidak lengkap sehingga hasil sulit dipertanggungjawabkan. |
| Kesesuaian ruang lingkup akreditasi | Matriks air limbah, nama parameter, metode, rentang/LOQ, satuan, lokasi pekerjaan sampling, dan status subkontrak bila ada. | Parameter dianggap terakreditasi padahal metode, matriks, atau batas pelaporannya tidak sesuai kebutuhan dokumen fasilitas. |
- Kirim daftar parameter persis seperti dokumen fasilitas, termasuk satuan dan basis pelaporan.
- Minta konfirmasi tertulis untuk metode, LOQ, matriks, dan status ruang lingkup sebelum jadwal sampling.
- Cantumkan hasil historis bila sampel berpotensi pekat atau membutuhkan pengenceran.
- Tentukan sejak awal apakah hasil dipakai untuk kepatuhan, diagnosis IPAL, atau perhitungan beban.
- Jika parameter tidak masuk ruang lingkup yang dibutuhkan, minta opsi metode, subkontrak, atau pemisahan laporan sebelum sampel diambil.
Apakah baku mutu air limbah domestik Permen LHK No. 68 Tahun 2016 masih berlaku?
Tidak. Permen LH/BPLH No. 11 Tahun 2025 berlaku sejak 9 September 2025 dan mencabut Permen LHK No. 68 Tahun 2016. Untuk pekerjaan saat ini, tentukan tabel dan parameter dari sumber air limbah, volume, tujuan pelepasan atau pemanfaatan, kegiatan laundry, klorinasi, serta jenis fasilitas.
Apakah Permen LH No. 5 Tahun 2014 berlaku untuk semua air limbah industri?
Tidak sebagai satu tabel universal. Peraturan tersebut masih berstatus berlaku, tetapi memuat lampiran sektoral dan sebagian ketentuannya telah diubah atau dicabut oleh aturan yang lebih baru. Cocokkan jenis usaha, proses, lampiran yang masih berlaku, Persetujuan Teknis, titik penaatan, parameter, satuan, dan kondisi fasilitas.
Bagaimana cara menentukan baku mutu air limbah yang berlaku?
Mulai dari jenis kegiatan dan sumber aliran, lalu periksa baku mutu sektoral, titik penaatan, Persetujuan Teknis, Persetujuan Lingkungan, serta ketentuan instansi yang berlaku. Parameter, satuan, periode, dan batas pembanding harus sama dengan yang ditetapkan untuk fasilitas; hasil dari sektor lain tidak dapat dijadikan acuan pengganti.
Apa saja parameter yang umum dicek dalam pengujian air limbah industri?
Parameter dipilih sesuai jenis sampel dan tujuan uji. Untuk air limbah industri, perusahaan sering memulai dari BOD, COD, TSS, pH, minyak dan lemak, oksigen terlarut, logam, atau senyawa organik sesuai kebutuhan pemantauan.
Kapan perusahaan perlu uji BOD COD air limbah?
Uji BOD COD diperlukan saat perusahaan ingin membaca beban organik, mengevaluasi performa IPAL, membandingkan hasil inlet dan outlet, atau menyiapkan data sebelum tindak lanjut pengolahan air limbah.
Apa yang perlu disiapkan sebelum pengambilan sampel air limbah?
Siapkan lokasi dan titik pengambilan sampel, jenis kegiatan, kondisi operasi, parameter yang dibutuhkan bila sudah ada, tujuan laporan, jadwal, akses lokasi, serta kontak teknis yang memahami proses di lapangan.
Data apa yang diperlukan untuk meminta penawaran pengujian air limbah?
Kirim jumlah dan identitas titik, parameter per titik, frekuensi, alamat lokasi, kebutuhan pengambilan sampel, kondisi operasi, jadwal, tenggat, acuan pembanding, dan format laporan. Data yang sama membuat ruang lingkup serta penawaran antarpenyedia lebih mudah dibandingkan.
Apakah hasil pengujian air limbah bisa dipakai untuk menentukan tindak lanjut IPAL?
Ya. Hasil laboratorium membantu perusahaan membaca kondisi air limbah dan menentukan apakah perlu optimasi proses, pemantauan ulang, pengujian parameter tambahan, atau dukungan pengolahan air limbah dari tim teknis terkait.
Kapan air limbah memakai sampel sesaat atau sampel gabungan?
Sampel sesaat digunakan untuk menggambarkan kondisi pada waktu tertentu, sedangkan sampel gabungan dapat dipertimbangkan untuk mewakili variasi waktu atau aliran sesuai tujuan dan metode. Pilihan harus mengikuti karakter pembuangan, perubahan proses, debit, parameter, titik penaatan, dan dokumen fasilitas; jangan menggabungkan sampel tanpa rencana yang menetapkan waktu, proporsi, wadah, serta pengawetan.
Bagaimana memastikan parameter air limbah masuk ruang lingkup akreditasi laboratorium?
Cocokkan ruang lingkup akreditasi dengan nama analit, matriks air limbah, metode, dan bila relevan rentang pengujian yang dibutuhkan. Nama laboratorium atau logo akreditasi saja belum membuktikan semua parameter tercakup. Kirim daftar parameter dan acuan sebelum penawaran agar status setiap analisis dapat dikonfirmasi secara tertulis.
Apakah memakai laboratorium terakreditasi menjamin air limbah memenuhi baku mutu?
Tidak. Akreditasi menunjukkan kompetensi untuk ruang lingkup pengujian tertentu; status memenuhi atau tidak memenuhi ditentukan dengan membandingkan hasil yang tepat terhadap baku mutu, titik penaatan, satuan, kondisi, dan dokumen fasilitas yang berlaku. Hasil yang melampaui pembanding tetap memerlukan evaluasi proses, tindakan koreksi, dan pemantauan tindak lanjut.
Apa beda sampel kontrol proses dan sampel pada titik penaatan?
Sampel kontrol proses membantu operator membaca kinerja unit seperti inlet, bak proses, atau outlet antar-tahap. Sampel titik penaatan mewakili lokasi yang ditetapkan untuk kewajiban fasilitas. Keduanya dapat memakai parameter dan waktu berbeda; label, kondisi operasi, tujuan, serta acuan harus dicatat agar hasil proses tidak keliru diperlakukan sebagai bukti pada titik penaatan.
Apakah hasil sampel inlet IPAL dapat dipakai untuk membuktikan kepatuhan outlet?
Tidak. Sampel inlet menggambarkan beban yang masuk dan berguna untuk evaluasi proses, sedangkan kepatuhan pembuangan dinilai pada titik penaatan atau titik yang ditetapkan dalam dokumen fasilitas. Catat titik, aliran, waktu, debit, kondisi operasi, dan unit pengolahan yang aktif agar hasil inlet dan outlet hanya dibandingkan untuk tujuan yang tepat.
Bagaimana membaca hasil air limbah yang dilaporkan di bawah batas kuantitasi?
Hasil di bawah batas kuantitasi berarti metode tidak mengukur nilainya secara kuantitatif pada atau di bawah batas pelaporan tersebut; hasil itu bukan bukti bahwa konsentrasinya nol. Periksa simbol hasil, batas deteksi atau kuantitasi, satuan, metode, dan baku mutu. Pastikan batas pelaporan cukup rendah untuk keputusan yang diperlukan sebelum menyimpulkan status kepatuhan.
Bagaimana membandingkan hasil uji air limbah dari dua laboratorium?
Samakan identitas titik, jenis sampel, waktu dan kondisi operasi, wadah, pengawetan, metode, satuan, serta batas kuantitasi sebelum membandingkan angka. Perbedaan dapat berasal dari variasi aliran, cara sampling, penanganan, atau metode selain perubahan proses. Gunakan chain of custody dan catatan lapangan untuk menilai apakah kedua hasil benar-benar mewakili kondisi yang sebanding.
Kapan debit perlu dicatat bersama sampling air limbah?
Catat debit ketika keputusan membutuhkan beban pencemar, variasi pembuangan, sampel gabungan yang proporsional terhadap aliran, atau perbandingan kinerja proses. Konsentrasi tanpa debit tidak menunjukkan massa pencemar per waktu. Gunakan waktu, titik, metode pengukuran debit, kondisi operasi, dan periode yang sama agar hasil konsentrasi serta debit dapat dipasangkan secara tepat.
Bagaimana menetapkan waktu sampling untuk pembuangan air limbah yang tidak kontinu?
Petakan pemicu pembuangan, urutan proses, lama pelepasan, debit, bak penampung atau ekualisasi, unit IPAL yang aktif, serta perubahan antar-batch atau shift. Pilih sampel sesaat atau gabungan dan waktu pengambilannya dari tujuan uji serta pola tersebut; satu sampel pada jam yang mudah dijangkau tidak otomatis mewakili seluruh kejadian. Catat awal-akhir pembuangan dan kondisi operasi bersama identitas sampel.
Bolehkah perusahaan mengambil sendiri sampel air limbah untuk dikirim ke laboratorium?
Pengambilan oleh perusahaan dapat digunakan untuk tujuan tertentu setelah rencananya dikonfirmasi dengan laboratorium. Tetapkan titik, jenis sampel, wadah, volume, pengawetan, parameter lapangan, batas waktu, penyimpanan, pengiriman, label, dan chain of custody; catat jelas siapa yang mengambil sampel. Untuk data kepatuhan atau kebutuhan ketertelusuran tinggi, periksa dokumen fasilitas dan persyaratan program sebelum memutuskan pihak pengambil sampel.
Apakah sampel komposit 24 jam selalu lebih tepat daripada sampel sesaat air limbah?
Tidak selalu. Sampel komposit lebih berguna ketika debit dan kualitas berubah sepanjang periode tertentu, sedangkan sampel sesaat lebih tepat untuk pembuangan tidak kontinu, kejadian khusus, parameter yang cepat berubah, atau pemeriksaan titik penaatan pada waktu tertentu. Pilih jenis sampel dari tujuan keputusan, pola pembuangan, parameter, metode, dan kewajiban fasilitas.
Kapan BOD, COD, TSS, dan pH perlu ditambah parameter lain?
Tambahkan parameter lain ketika sektor, Persetujuan Teknis, bahan proses, keluhan, hasil sebelumnya, atau tujuan investigasi menunjukkan risiko yang tidak dijawab oleh BOD, COD, TSS, dan pH. Contohnya minyak dan lemak, amonia, warna, logam, deterjen, mikrobiologi, atau parameter khusus proses.
Frekuensi pengujian air limbah mengikuti Persetujuan Teknis, Persetujuan Lingkungan, baku mutu sektoral, dan kebutuhan evaluasi proses fasilitas. Rencana uji perlu menyebut sumber aliran, titik sampel, kondisi operasi, parameter, metode, dan tujuan penggunaan hasil.
Pengujian dapat dipakai untuk karakterisasi sumber, evaluasi IPAL, pemantauan titik penaatan, atau penelusuran perubahan proses. Acuan dan metode dipilih sesuai media serta tujuan; SNI 6989.59:2008 pada bagian berikut membahas pengambilan contoh air limbah, bukan seluruh keputusan kepatuhan fasilitas.
A3 Laboratories (PT Advanced Analytics Asia Laboratories) melayani pengujian air limbah. Sebelum meminta penawaran, cocokkan parameter, matriks, dan metode dengan ruang lingkup yang berlaku, lalu konfirmasikan kebutuhan pengambilan sampel, pengawetan, chain of custody, serta format laporan.
Metode Pengambilan Contoh Air Limbah Berdasarkan SNI 6989.59:2008
SNI 6989.59:2008 memuat metode pengambilan contoh air limbah dan tercatat berstatus berlaku pada katalog BSN saat diperiksa 27 Juli 2026. Rencana lapangan tetap harus diturunkan dari tujuan uji, karakter titik, jenis sampel sesaat atau komposit, parameter, wadah, pengawetan, keselamatan, dan waktu simpan yang berlaku.
Tahapan Umum Pengambilan Contoh Air Limbah
- Konfirmasikan tujuan, titik, parameter, jenis sampel, frekuensi, dan kondisi operasi yang harus diwakili.
- Siapkan alat, wadah, label, blanko, bahan pengawet, pendingin, alat ukur lapangan, formulir, dan perlengkapan keselamatan sesuai metode.
- Periksa akses serta kondisi titik, lalu catat debit atau kondisi aliran, cuaca bila relevan, unit proses yang aktif, waktu, dan setiap penyimpangan.
- Ambil contoh tanpa mengubah karakter sampel; pembilasan, homogenisasi, filtrasi, pengawetan, dan ruang kosong wadah mengikuti analit serta metode.
- Ukur parameter yang cepat berubah di lapangan, segel wadah, lengkapi chain of custody, dan kirim dalam kondisi serta waktu simpan yang ditetapkan.
Wadah dan perlakuan untuk senyawa organik, logam runutan, mikrobiologi, dan parameter umum tidak dapat disamaratakan. Laboratorium perlu menetapkan apakah alat atau wadah dibilas, dipreservasi, difiltrasi, diisi tanpa ruang udara, atau langsung didinginkan untuk setiap analit.
Untuk pengambilan langsung di saluran terbuka, pilih posisi yang mewakili aliran dan aman dijangkau tanpa mengaduk sedimen atau mencemari titik. Arah pendekatan, kedalaman, serta orientasi alat ditentukan dari kondisi lokasi dan metode sampling.
Baca Juga: Pentingnya Rutin Melakukan Pengolahan Air Limbah 6 Bulan Sekali
Pengambilan Sampel untuk Pengujian Oksigen
Oksigen terlarut dapat berubah cepat, sehingga pengukuran dilakukan di lapangan dengan alat DO yang sesuai dan hasil dicatat bersama waktu, titik, suhu, kondisi operasi, serta status kalibrasi. Untuk metode titrasi atau kebutuhan khusus, wadah dan cara pengisian ditentukan sebelum sampling agar tidak terjadi aerasi atau gelembung.
Cara Umum:
Pengukuran dilakukan dengan cara:
- Siapkan botol KOB yang bersih dengan volume yang diketahui, dilengkapi dengan tutup asah
- Celupkan botol dengan hati-hati ke dalam air dengan posisi mulut botol searah dengan aliran air, sehingga air masuk ke dalam botol dengan tenang, atau bisa menggunakan sifon.
- Isi botol sampai penuh dan hindarkan terjadinya turbulensi dan gelembung udara selama pengisian, lalu botol ditutup.
Cara Khusus:
Tahapan pengambilan air sampel dengan cara khusus dilakukan dengan cara:
- Siapkan botol KOB yang bersih dengan volume yang diketahui, dilengkapi dengan tutup asah
- Masukan botol ke dalam air alat khusus
- Ikuti panduan alat uji
- Alat pengambil sampel bisa segera ditutup, setelah terisi penuh
Pengambilan sampel untuk pengujian senyawa organik mudah menguap (Volatile Organic Compound; VOC):
- Gunakan sarung tangan dan perlengkapan sampling yang kompatibel dengan analit serta metode; ganti sarung tangan saat berpotensi memindahkan kontaminan antarwadah atau titik.
- Saat mengambil sampel, sampel tidak boleh terkocok, untuk menghindari terjadinya aerasi. Aerasi adalah hilangnya senyawa volatil dalam sampel uji.
- Jika menggunakan alat bailer:
- Tidak menyentuh bagian septa, buka vial VOC 40 mL dan masukan contoh secara perlahan ke dalam vial, hingga terbentuk convex meniscus di puncak vial.
- Tutup vial secara hati-hati dan tidak boleh ada udara masuk di dalam vial.
- Balikan vial, jika muncul gelembung maka sampel uji harus diambil ulang.
- Penguji akan memberikan label pada setiap vial, jika menggunakan botol bening akan dilakukan pembukusan menggunakan alumunium foil dan simpan di tempat pendingin.
- Jika sampel mengandung residu klorin, konfirmasikan bahan, dosis, wadah, dan prosedur pengawetan dengan laboratorium sesuai analit serta metode yang digunakan.
- Contoh VOC karena sifat volatil, maka pengambilan contoh dilakukan secara sesaat, bukan komposit.
Pengambilan Sampel untuk Senyawa Aromatik, Akrolein, dan Akrilonitril

Source: Forbes.com
Untuk senyawa aromatik, akrolein, dan akrilonitril, laboratorium harus menetapkan jenis wadah, pengawet, pH bila relevan, ruang udara, suhu pengiriman, serta waktu simpan berdasarkan analit dan metode. Jangan menambahkan asam atau mengubah pH di lapangan tanpa instruksi tertulis untuk parameter yang diminta.
Pengambilan Sampel untuk Senyawa Organik yang Dapat Diekstraksi
Untuk senyawa organik yang dapat diekstraksi, gunakan wadah, volume, bahan wadah, penutup, pengawet, dan suhu yang ditetapkan untuk analit. Hindari menyentuh bagian dalam wadah atau tutup, cegah kontaminasi silang, dan jangan mengatur pH tanpa instruksi metode dari laboratorium.
Baca Juga: Kenapa Air Limbah Domestik Perlu Diuji?
Pengambilan Sampel untuk Logam Terlarut
Konfirmasikan kebutuhan filtrasi lapangan, bahan filter, wadah, pengawetan, blanko, dan waktu simpan sebelum sampling. Jangan membilas atau menambahkan pengawet secara generik karena perlakuannya bergantung pada logam, fraksi terlarut atau total, serta metode yang digunakan.
Parameter yang Perlu Diukur di Lapangan
pH, suhu, daya hantar listrik, oksigen terlarut, dan residu klorin bila relevan dapat berubah selama penyimpanan. Catat hasil bersama alat, kalibrasi atau verifikasi, waktu, titik, kondisi operasi, dan metode agar data lapangan dapat ditelusuri.
Kesimpulan
Untuk mengonfirmasi titik, parameter, metode, jadwal, dan ruang lingkup yang sesuai, lihat layanan pengujian air dan air limbah atau minta penawaran A3 Laboratories.
Pengujian air limbah
Butuh pengujian air limbah industri?
Pengujian air limbah industri perlu dimulai dari titik pengambilan sampel yang jelas, parameter yang sesuai tujuan uji, dan konteks proses agar hasil laboratorium dapat dibaca dengan benar.
A3 Laboratories membantu perusahaan menyiapkan pengujian air limbah, uji BOD COD air limbah, serta parameter pendukung sebelum hasilnya digunakan untuk pemantauan, evaluasi IPAL, atau tindak lanjut teknis.