Artikel
Parameter Pencemaran Lingkungan dan Cara Memilih Uji
30 Januari 2023
Diperbarui 1 Agustus 2026
Pilih parameter pencemaran lingkungan dari sumber, media, jalur paparan, titik, periode, dan tujuan. Gunakan matriks air, udara, emisi, tanah, dan K3.
Jawaban singkat
Bagaimana memilih parameter pencemaran lingkungan?
Parameter pencemaran lingkungan dipilih dari sumber, media penerima, jalur perpindahan, pihak yang terpapar, tujuan keputusan, dan acuan fasilitas. Jangan memakai satu paket untuk semua lokasi. Pisahkan udara ambien, emisi cerobong, air, air limbah, tanah, dan lingkungan kerja karena titik, metode, periode, satuan, serta batas pembandingnya berbeda.
A3 Laboratories adalah merek PT Advanced Analytics Asia Laboratories melalui lab.id yang melayani pengambilan sampel dan pengujian lingkungan untuk perusahaan di Indonesia.
- Tentukan keputusan terlebih dahulu: kepatuhan, data dasar, investigasi keluhan, evaluasi proses, atau verifikasi pengendalian.
- Petakan sumber, media, jalur perpindahan, titik penerima, waktu kejadian, dan kondisi pembanding sebelum memilih analit.
- Cocokkan parameter, metode, periode, satuan, titik, dan batas pelaporan dengan Persetujuan Teknis, Persetujuan Lingkungan, atau acuan yang berlaku.
- Catat operasi, cuaca, debit, beban, bahan, tugas pekerja, serta perubahan proses yang dapat memengaruhi keterwakilan hasil.
| Pertanyaan keputusan | Media dan titik | Bukti minimum sebelum memilih parameter | Layanan terkait |
|---|---|---|---|
| Apakah efluen memenuhi acuan fasilitas? | Air limbah pada titik penaatan yang ditetapkan | Sumber aliran, sektor, debit, kondisi IPAL, dokumen fasilitas, parameter, satuan, dan waktu sampling | Pengujian air dan air limbah |
| Apakah kegiatan memengaruhi badan air? | Air permukaan atau air tanah pada titik latar, hulu-hilir, atau sumur yang mewakili | Arah aliran, penggunaan air, dugaan sumber, hujan, geologi, waktu kejadian, dan parameter sumber | Pengujian kualitas air |
| Berapa pelepasan dari sumber tetap? | Cerobong atau saluran emisi pada titik sampling yang layak | Jenis unit, bahan bakar, kapasitas, beban, alat pengendali, dimensi cerobong, dan baku mutu sektor | Pengujian emisi sumber tidak bergerak |
| Bagaimana kualitas udara di titik penerima? | Udara ambien pada titik latar dan reseptor | Inventaris sumber, arah angin, cuaca, jam operasi, penggunaan lahan, periode, dan PP No. 22 Tahun 2021 | Pengujian udara ambien |
| Apa pajanan pekerja saat bertugas? | Pengukuran personal atau area sesuai pertanyaan | Tugas, durasi, shift, bahan dan SDS, mesin, ventilasi, kelompok pajanan serupa, APD, dan Permenaker No. 5 Tahun 2018 | Industrial hygiene |
| Apakah tanah terdampak suatu kejadian? | Tanah latar dan area dugaan sumber pada kedalaman yang direncanakan | Riwayat lokasi, bahan, jalur sebaran, kedalaman, luas, target keputusan, dan rencana mutu data | Pengujian tanah terkontaminasi |
Apakah daftar parameter fisika, kimia, dan biologi cukup untuk meminta penawaran?
Belum. Laboratorium juga memerlukan media, sumber, titik, jumlah sampel, tujuan, acuan, metode bila ditetapkan, kondisi operasi, jadwal, akses, dan kebutuhan laporan.
Apakah satu hasil dapat membuktikan sumber pencemaran?
Tidak selalu. Investigasi sumber biasanya membutuhkan titik latar atau pembanding, urutan waktu, catatan operasi, jalur perpindahan, kondisi lapangan, serta beberapa bukti yang saling mendukung.
Apakah hasil emisi dapat dibandingkan dengan baku mutu udara ambien?
Tidak. Emisi dan udara ambien memiliki lokasi, metode, satuan, periode, serta baku mutu berbeda. Keduanya dapat dipakai dalam satu investigasi, tetapi sebagai pekerjaan terpisah.
Bagaimana menentukan batas pelaporan yang dibutuhkan sebelum memilih metode uji?
Mulai dari nilai acuan dan keputusan yang akan dibuat. Batas pelaporan metode untuk matriks sampel harus cukup rendah agar hasil dapat dibedakan secara bermakna dari batas tersebut. Konfirmasikan analit, matriks, satuan, pengenceran yang mungkin, rentang, dan ruang lingkup laboratorium sebelum sampling; metode dengan batas pelaporan terlalu tinggi dapat menghasilkan data yang tidak menjawab keputusan.
Kapan perubahan proses memerlukan peninjauan ulang parameter pengujian lingkungan?
Tinjau ulang ketika bahan, bahan bakar, kapasitas, aliran, unit, cerobong, outlet, jam operasi, pengendalian, tata letak, tugas pekerja, atau penerima dampak berubah. Petakan media, sumber, jalur, titik, analit, kondisi, dan bukti yang ikut berubah sebelum memperbarui ruang lingkup pengujian.
Pencemaran tidak dapat ditetapkan dari satu tanda atau satu angka. Identifikasi sumber, media, jalur perpindahan, penerima, waktu, serta kondisi pembanding; kemudian pilih parameter dan metode yang sesuai dengan tujuan serta acuan fasilitas.
Baca Juga: Definisi Polutan Udara : Parameter & Fakta Penting
Parameter Pencemaran Lingkungan
Parameter Kimia
Parameter kimia dipilih menurut media dan sumber, misalnya pH atau senyawa tertentu pada air, gas pada udara, dan analit pada tanah. Karbon dioksida, alkalinitas, fosfor, atau logam tidak menjadi satu paket universal; nama analit, satuan, metode, dan acuan harus ditetapkan sebelum sampling.
Parameter Biokimia
Biochemical Oxygen Demand (BOD) menyatakan kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik pada kondisi uji tertentu. BOD dibaca dalam mg/L bersama titik, waktu, metode, COD, TSS, pH, debit, dan konteks pengolahan; BOD bukan pengukuran oksigen terlarut biasa.
Parameter Fisik
Parameter fisik dapat meliputi suhu, warna, kekeruhan, konduktivitas, padatan, atau sifat lain sesuai media. Bau dan perubahan visual berguna untuk penapisan, tetapi jangan mencicipi sampel dan jangan menyimpulkan keamanan dari kejernihan saja.
Parameter Biologi
Parameter Biologi juga menjadi acuan dalam pengukuran parameter limbah lingkungan. Biasanya mengukur mikroorganisme seperti bakteri, virus, bentos, dan plankton.
Media lingkungan tidak perlu diuji dengan satu jadwal yang sama. Tentukan frekuensi dari kewajiban fasilitas, penilaian risiko, perubahan proses, hasil sebelumnya, keluhan, tujuan investigasi, dan kondisi yang perlu diwakili.
Parameter Keberlanjutan yang Perlu Diukur Industri
Menjadi industri yang ramah lingkungan memang tidak mudah, Anda juga perlu mempertimbangkan kelestarian lingkungan dengan mempertimbangkan beberapa metrik berikut ini:
Risiko Iklim
Risiko iklim menjadi parameter yang perlu diukur oleh industri dalam memperhitungkan perubahan lingkungan ataupun perubahan iklim dari aktivitas industri. Perusahaan perlu menganalisa apa saja risiko iklim yang terjadi akibat dari kegiatan yang dilakukan.
Bisnis juga perlu menganalisa mengenai hal ini, karena risiko iklim akan berdampak pada keuangan bisnis di masa depan. Masih banyak pebisnis yang tidak memiliki pandangan luas mengenai dampak risiko iklim terhadap bisnis mereka.
Pemanasan global yang terjadi memang tidak terlepas dari kegiatan bisnis yang dilakukan. Oleh sebab itu, CEO dan para Pemimpin bisnis perlu memiliki kebijakan yang tepat dalam membuat kebijakan bisnis yang tepat untuk membangun bisnis ramah lingkungan.
Emisi Karbon

Source: Bayren.org
Emisi gas rumah kaca dan pencemar udara merupakan konteks yang berbeda. Inventaris emisi menghitung sumber serta aktivitas, sedangkan pengujian emisi atau udara mengukur parameter tertentu pada titik dan periode yang ditetapkan.
Perusahaan perlu mengurangi emisi karbon dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dalam aktivitas industri yang dilakukan. Perlunya melakukan upaya untuk meningkatkan efisiensi energi, bermigrasi ke energi terbarukan, dan beralih dari batubara ke energi terbarukan.
Konsumsi Energi
Pemakaian energi yang tidak efektif menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan. Serta menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca dan senyawa lain yang merugikan lingkungan. Oleh karena itu, konsumsi energi yang dijalankan oleh setiap perusahaan memang penting, tetapi juga menjadi salah satu parameter pencemaran lingkungan yang perlu diuji lebih lanjut secara rutin.
Untuk melakukan pengujian memang banyak industri yang tidak bisa melakukannya sendiri, oleh karena itu perlu menggandeng Laboratorium Lingkungan seperti A3 Laboratories untuk melakukan uji dan monitoring lingkungan. Dengan begitu, perusahaan bisa mengetahui tingkat emisi yang dibuang sudah sesuai dengan standar atau tidak.
Baca Juga: Siap Siap Kena ‘Disisentif’ Jika Tidak Uji Emisi Minimal 6 Bulan Sekali!
Penggunaan Air
Penggunaan air perlu dicatat menurut sumber, proses, produk, kehilangan, pemanfaatan ulang, dan aliran keluar. Data volume membantu menentukan titik, waktu, dan keterwakilan sampling, tetapi tidak menggantikan hasil kualitas air.
Air limbah tidak dibandingkan dengan NAB kerja. Gunakan baku mutu air limbah sektoral, Persetujuan Teknis, titik penaatan, parameter, satuan, dan ketentuan fasilitas yang berlaku.
Limbah dan Polusi
Pengelolaan limbah menjadi kategori yang luas dalam industri dan menjadi masalah industri yang tidak pernah selesai untuk dibahas. Limbah dan polusi sudah menjadi bagian dari industri untuk diatasi dan dikelola secara seksama oleh bisnis.
Pengelolaan limbah memang menjadi tanggung jawab industri untuk dikelola dengan manajemen terbaik. Bahkan perlu menggandeng third party untuk mengelolanya. Pemisahan limbah juga perlu dilakukan agar limbah tidak dibuang secara sembarangan dan bisa menyesuaikan dengan jenis limbah yang ada.
Kesimpulan
Parameter Pencemaran Lingkungan bisa digunakan oleh industri sebagai indikator dalam menganalisa dampak lingkungan terhadap aktivitas industri yang dilakukan. Perusahaan harus berkomitmen untuk melakukan upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak industri terhadap lingkungan.
Perusahaan perlu menerapkan program strategis dalam mengintegrasikan metrik lingkungan ke dalam tujuan bisnis. Sehingga bisa membantu perusahaan menuju kesuksesan menjadi industri ramah lingkungan.
Tak lupa, untuk menjadi perusahaan ramah lingkungan, Anda perlu melakukan uji dan monitoring lingkungan secara rutin. Anda bisa menggandeng PT Advanced Analytics Asia Laboratories untuk melakukan monitoring lingkungan. Temukan informasinya pengujian hanya di Lab.id.
Ruang lingkup pengujian
Perlu mengonfirmasi parameter dan titik pengujian?
Kirim tujuan keputusan, media, sumber dugaan, proses, bahan, denah, titik, kondisi operasi, hasil sebelumnya, dan dokumen fasilitas agar ruang lingkup dapat dikonfirmasi.
A3 Laboratories membantu menyelaraskan parameter, metode, periode, kebutuhan sampling, batas pelaporan, serta format hasil dengan kebutuhan perusahaan.