Artikel
Air Limbah Industri Fashion: Parameter dan Titik Uji
18 Januari 2023
Diperbarui 4 Agustus 2026
Pilih parameter uji air limbah fashion dari proses pewarnaan, pencucian, finishing, bahan kimia, debit, titik penaatan, dan dokumen fasilitas yang berlaku.
Jawaban singkat
Parameter apa yang diuji pada air limbah industri fashion?
Parameter air limbah fashion ditentukan oleh proses basah yang dilakukan. Pewarnaan, pencucian, printing, bleaching, finishing, dan utilitas dapat menghasilkan karakter berbeda. Mulailah dari pH, warna, BOD, COD, TSS, debit, serta bahan proses; tambahkan parameter spesifik hanya bila relevan dengan bahan, sektor, dan dokumen fasilitas.
A3 Laboratories melalui lab.id menyediakan pengambilan sampel dan pengujian air limbah untuk industri fashion, tekstil, dan kegiatan produksi lain di Indonesia sesuai ruang lingkup yang berlaku.
- Pisahkan dampak produksi tekstil atau garmen dari limbah produk setelah dipakai; keduanya membutuhkan bukti dan keputusan berbeda.
- Petakan desizing, scouring, bleaching, dyeing, printing, washing, finishing, boiler, cooling, domestik, dan limpasan sebagai aliran terpisah.
- Catat resep warna, bahan dan SDS, produksi, debit, batch, pembersihan, IPAL, recycle, serta kondisi operasi saat sampling.
- Gunakan titik influen untuk karakterisasi proses dan titik penaatan untuk kepatuhan; jangan menukar tujuan keduanya.
| Tahap atau sumber | Bukti proses | Parameter awal | Keputusan pengujian |
|---|---|---|---|
| Persiapan kain | Jenis serat, sizing, deterjen, alkali, suhu, dan volume pencucian | pH, COD, BOD, TSS, dan parameter bahan yang relevan | Nilai variasi antarbatch dan pisahkan aliran pekat bila ada |
| Bleaching | Bahan oksidator atau reduktor, netralisasi, pembilasan, dan sisa bahan | pH, COD, parameter spesifik bahan, dan kondisi proses | Konfirmasikan bentuk analit serta waktu sampling dengan laboratorium |
| Pewarnaan dan printing | Jenis zat warna, garam, carrier, binder, logam atau bahan tambahan, serta resep batch | Warna, COD, BOD, TSS, pH, dan analit spesifik bahan | Daftar parameter tidak boleh disimpulkan dari warna produk saja |
| Finishing dan pencucian | Resin, softener, water repellent, pelarut, surfaktan, serta frekuensi bilas | COD, BOD, minyak dan lemak, surfaktan atau senyawa target bila relevan | Gunakan SDS dan inventaris bahan untuk menapis analit |
| Efluen IPAL | Debit, produksi, unit aktif, dosis bahan, aerasi, recycle, sludge, dan gangguan | Parameter pada Persetujuan Teknis serta baku mutu sektor yang berlaku | Ambil pada titik penaatan dan kondisi operasi yang mewakili kewajiban fasilitas |
Apakah semua usaha fashion menghasilkan air limbah tekstil?
Tidak. Desain, pemotongan, jahit, retail, pencucian, printing, dyeing, dan finishing mempunyai aliran berbeda. Identifikasi proses basah yang benar-benar dilakukan sebelum menentukan kebutuhan pengujian.
Apakah warna efluen cukup untuk menilai pencemaran?
Tidak. Warna adalah satu parameter dan tidak menggantikan pH, BOD, COD, TSS, debit, atau senyawa spesifik bahan. Air yang tampak jernih juga belum tentu memenuhi acuan.
Data apa yang perlu disiapkan untuk penawaran uji air limbah fashion?
Siapkan diagram proses, jenis serat dan produk, daftar bahan serta SDS, resep batch, sumber aliran, debit, IPAL, titik penaatan, parameter dokumen fasilitas, hasil lama, jadwal produksi, dan tenggat laporan.
Bagaimana memilih titik sampling air limbah fashion jika proses potong, cuci, pewarnaan, dan finishing terpisah?
Petakan dulu aliran dari setiap proses, bahan kimia, debit, bak penampung, IPAL, dan titik penaatan. Titik proses membantu menelusuri sumber beban, sedangkan titik outlet dipakai untuk membaca hasil akhir terhadap acuan yang berlaku. Jangan menggabungkan titik sebelum tujuan, waktu operasi, dan kebutuhan parameter dikonfirmasi.
Industri fashion menjadi salah satu industri yang penyumbang limbah terbanyak di lingkungan. Mulai dari proses produksi, hingga sampai ke tangan konsumen. Limbah industri fashion menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan yang cukup sering ditemukan. Sehingga hal ini perlu menjadi perhatian penting bagi pemangku kepentingan.
Industri fashion memang menjadi industri yang disebut-sebut sebagai industri paling mencemari di dunia. Bahkan masuk dalam urutan kedua setelah industri minyak. Menurut UN Conference of Trade and Development (UNCTD) 2019 mengungkapkan, 10% emisi karbon bersumber dari Industri fashion.
Belum lagi, munculnya fenomena fast fashion, yang didefinisikan sebagai tren penggunaan pakaian dalam waktu singkat. Tidak hanya itu, produk dari industri fashion tren cepat di produksi dalam jumlah yang besar dalam waktu relatif singkat. Untuk menekan biaya produksi, industri fashion menggunakan bahan berkualitas rendah yang berpotensi pada pencemaran lingkungan yang besar.
Baca Juga: Langkah-Langkah Pengelolaan Limbah Industri Tekstil
Bentuk Limbah Fashion
Bentuk Limbah Cair

Source: Ecowatch.com
Bentuk limbah fashion bukan hanya berbentuk barang-barang jadi atau sisa produksi, melainkan juga cairan. Cairan ini bersumber dari proses pewarnaan fashion. Pada prosesnya banyak industri fashion yang membuang cairan tersebut ke sungai tanpa melakukan proses-proses yang aman sebelum dibuang.
Studi yang dilakukan oleh Pusat Riset Oseanografi Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Februari 2022, di aliran sungai Citarum, Jawa Barat menemukan 70% bagian tengah sungai Citarum tercemar mikro plastik, yakni serat benang polyester bersumber dari industri fashion yang terdapat di sepanjang sungai Citarum.
Bentuk Limbah Padat
Bentuk limbah dalam industri fashion bersumber dari sisa kain produksi di Industri, baik itu skala kecil maupun skala besar. Serta pakaian tak terpakai yang dibuang. Termasuk di dalamnya pakaian fast fashion yang digunakan oleh masyarakat. Karena pakaian tersebut mudah rusak setelah pemakaian dalam waktu singkat. Banyak masyarakat yang membuang begitu saja limbah dari pakaian tersebut.
Kandungan polyester dan nilon membutuhkan waktu 20-200 tahun untuk diurai oleh alam. Meski demikian, terdapat bahan pakaian yang bisa terurai dalam hitungan minggu hingga bulan. Seperti pakaian berbahan katun, terutama yang jika katun 100%. Dan juga pakaian berbahan linen yang dapat terurai dalam dua minggu.
Masalah Limbah Industri Fashion
Limbah dari industri fashion atau tekstil memang menjadi salah satu masalah yang cukup serius. Dikatakan, pada rentang waktu 2015-2030 akan ada peningkatan limbah pakaian hingga 60% atau 57 juta ton limbah yang dihasilkan setiap tahunnya. Akan mencapai total tahunan hingga 148 juta ton.
Hal ini terjadi dari hulu hingga hilir. Bahkan sampah pakaian tidak akan hanya disebabkan oleh para produsen, tetapi juga terdapat andil besar dari para konsumen. Oleh sebab itu, masalah limbah fashion benar-benar perlu ditangani dengan baik dan serius oleh semua pihak, terutama mencegah produksi fashion yang begitu cepat.
Belum lagi masalah limbah cair, dimana industri fashion untuk menghasilkan satu buah produk saja memerlukan ribuan liter air. Air yang sudah tidak terpakai tersebut akan mengalir ke lingkungan dan dapat merusak keragaman hayati dari lingkungan tersebut.
Mengutip dari Earth.org, dibutuhkan 20 ribu liter air hanya untuk memproduksi 1 kilogram kapas.
Bagaimana Solusi Bagi Industri Fashion

Source: Thenewdaily.com.au
Beberapa pakaian yang tidak terjual banyak yang dibakar oleh pemilik produk, bahwa pada 2017 salah satu Brand Fashion ternama asal Swedia H&M terungkap membakar 12 ton pakaian yang tidak terjual sejak 2013. Tentu kelebihan produksi tersebut membuat kerusakan pada lingkungan.
Lalu, bagaimana solusi bagi Industri fashion untuk mengatasi hal ini?
Ada beberapa langkah efektif yang bisa dilakukan oleh industri fashion:
Stop Produksi Berlebihan
Langkah pertama yang bisa dilakukan oleh industri dengan tidak melakukan produksi secara berlebihan. Tentu ini juga akan menguntungkan bagi bisnis Anda, karena perusahaan akan mengurangi biaya produksi dan mengurangi jumlah stok yang tidak terjual sehingga tidak merugikan perusahaan.
Produksi Pakaian Berkualitas dan Tahan Lama
Industri harus sadar akan hal ini. Setiap produksi yang dilakukan dapat menghasilkan limbah yang merusak lingkungan, baik itu berbentuk cair atau padat. Belum lagi jumlah air yang diperlukan dalam memproduksi pakaian.
Dengan memproduksi pakaian berkualitas, industri dapat mengurangi limbah fashion yang berlebihan. Selain itu, pastikan produk yang dihasilkan dapat digunakan secara jangka panjang. Industri dapat analisis prediksi tren sesuai dengan kebutuhan konsumen dan mencegah limbah berlebihan selama proses produksi.
Menyumbangkan Pakaian
Overstock produksi pakaian yang terjadi dapat dikurangi secara signifikan dan dapat mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih parah. Para stakeholder harus sadar akan hal ini dengan melakukan produksi dengan perhitungan matang.
Jika terdapat produksi berlebihan, sebaiknya industri menyumbangkan pakaian tersebut kepada lembaga-lembaga yang terpercaya dan kepada masyarakat kurang mampu yang sulit dalam membeli pakaian
Sistem Baru
Luxury Brand Hugo Boss bahkan menggunakan sistem kekinian untuk mendorong pengurangan limbah dan menjadi industri yang ramah lingkungan. Cara Hugo Boss dengan tidak memberikan sampel fisik kepada pelanggan, tetapi mereka menggunakan monitor layar sentuh untuk menunjukan desain terbarunya, menghilangkan semua sumber daya yang diperlukan dalam produksi dan menghemat waktu dan uang.
Brand Gucci bahkan memiliki program Scrap-Less dimana penyamaan kulit menggunakan kulit yang telah dirawat. Sehingga Gucci menghemat limbah, air, energi, dan penggunaan bahan kimia dalam rantai pasokan kulit.
Baca Juga: Mengenal Karakteristik Limbah Cair, Nomor 3 Paling Sering Ditemui!
Kesimpulan
Dengan cara tersebut industri bisa lebih peduli terhadap lingkungan. Sehingga dampak yang ditimbulkan pun tidak secara signifikan. Selain itu, industri fashion juga perlu melakukan analisis dampak lingkungan dengan melakukan uji dan monitoring limbah industri fashion di sekitar industri
Untuk melakukan uji dan monitoring limbah industri fashion, Industri bisa menggandeng Laboratorium Lingkungan untuk mendapatkan hasil yang tepat dan akurat serta akuntabel bagi industri. Dapatkan informasi lengkap mengenai uji dan monitoring industri di PT Advanced Analytics Asia Laboratories. Dapatkan penawaran sekarang!!
Pengujian air limbah fashion
Perlu memisahkan limbah produksi dari limbah produk?
Hindari angka dampak global yang tidak menjelaskan satu fasilitas. Untuk keputusan operasional, gunakan bahan, aliran, produksi, debit, kondisi IPAL, titik, dan hasil uji pada periode yang sama.
A3 Laboratories membantu mengonfirmasi parameter, jenis sampel, titik, waktu, wadah, pengawetan, dan data proses sebelum pengambilan sampel.