Artikel

Kualitas Udara dalam Ruang: Parameter dan Persiapan Uji

22 Juli 2023

Diperbarui 8 Agustus 2026

Pelajari parameter kualitas udara dalam ruang, kapan KUDR perlu diuji, data yang perlu disiapkan, dan acuan K3 bersama A3 Laboratories untuk perusahaan.

Jawaban singkat

Parameter apa yang perlu diuji untuk kualitas udara dalam ruang?

Pengujian kualitas udara dalam ruang harus dilakukan saat ruang ditempati dan kondisi keluhan atau operasi sumber sedang terwakili. Pilih parameter dari pola keluhan, aktivitas, bahan, ventilasi, kelembapan, dan jalur masuk polutan; gunakan Permenkes No. 48 Tahun 2016 untuk ruang perkantoran serta Permenaker No. 5 Tahun 2018 untuk bahaya dan pajanan di tempat kerja.

A3 Laboratories (PT Advanced Analytics Asia Laboratories) melalui lab.id menyediakan pengujian KUDR dan higiene industri untuk perusahaan di Indonesia. Angka Permenkes No. 48 Tahun 2016 adalah persyaratan minimum ruang perkantoran, sedangkan NAB faktor kimia Permenaker No. 5 Tahun 2018 dipakai untuk pajanan pekerja sesuai zat dan periode acuannya. Karena tujuan keduanya berbeda, hasil kantor, area proses, dan udara ambien tidak boleh dipertukarkan tanpa menilai media, waktu, dan pola pajanan.

  • Buat log keluhan selama 5–7 hari: ruang, waktu mulai, gejala, jumlah penghuni, aktivitas, cuaca, serta apakah keluhan membaik setelah meninggalkan area
  • Catat jadwal AC, persentase atau bukaan udara luar bila tersedia, posisi intake dan exhaust, penggantian filter, tekanan antar-ruang, serta riwayat gangguan dan perawatan
  • Inventarisasi renovasi, kebocoran, material basah, bahan pembersih, printer, proses, parkir, genset, dapur, dan sumber luar yang berdekatan
  • Ukur pada jam hunian dan operasi yang mewakili; sertakan titik berkeluhan, titik pembanding, udara luar bila relevan, jumlah penghuni, serta status pintu dan jendela
  • Pisahkan penapisan KUDR perkantoran dari penilaian pajanan pekerja; tentukan zat, durasi tugas, kelompok pajanan serupa, dan periode NAB bila sumber berasal dari proses kerja
  • Tindak lanjuti sumber dan ventilasi, lalu ukur ulang dalam kondisi sebanding; satu hasil sesaat tidak membuktikan penyebab keluhan
Keluhan atau petunjukSumber dan bukti yang diperiksaAngka acuan kantorRancangan pengukuran
Pengap atau keluhan meningkat menjelang siangKepadatan penghuni, jadwal AC, udara luar, filter, posisi suplai-balik, pintu, dan ruang pembanding.Suhu ruang kerja 23–26°C; kelembapan 40–60%; pergerakan udara 0,15–0,5 m/detik; CO2 maksimum 1.000 ppm.Ukur ketika ruang ditempati pada awal dan puncak keluhan; catat jumlah penghuni dan kondisi sistem tata udara.
Iritasi setelah renovasi, pembersihan, atau pemasangan furniturTanggal pekerjaan, produk dan lembar data keselamatan, penyimpanan bahan, perekat, cat, serta laju ventilasi.VOC maksimum 3 ppm; formaldehida maksimum 0,1 ppm.Ukur saat sumber dan keluhan terwakili, sertakan area pembanding, lalu ulangi setelah eliminasi sumber atau peningkatan ventilasi.
Sakit kepala atau mual dekat parkir, genset, dapur, atau pembakaranJam operasi sumber, jalur masuk melalui intake, pintu atau shaft, arah angin, dan tekanan antar-ruang.CO maksimum 10 ppm untuk 8 jam; oksigen 19,5–22,0%.Ukur ketika sumber beroperasi dan telusuri jalur masuk. Untuk dugaan pajanan kerja spesifik, gunakan parameter serta periode NAB Permenaker No. 5 Tahun 2018.
Debu saat aktivitas, pembersihan, atau pekerjaan interiorJenis aktivitas, durasi, metode pembersihan, filter, kebocoran ducting, dan sumber luar.PM10 maksimum 0,15 mg/m³ untuk ruang perkantoran.Ukur pada aktivitas yang mewakili dan bandingkan dengan titik kontrol; penilaian pajanan personal memerlukan rancangan higiene industri tersendiri.
Bau apek, noda air, kondensasi, atau material pernah basahRiwayat kebocoran, kadar lembap material, drain pan, kondensat, filter, plafon, dan area tersembunyi.Kelembapan ruang kerja 40–60%; mikroorganisme maksimum 700 cfu/m³; kapang/jamur maksimum 1.000 cfu/m³.Utamakan inspeksi kelembapan dan perbaikan sumber. Sampling mikrobiologi digunakan bila pertanyaan investigasi dan metode interpretasinya sudah ditetapkan.

Zona HVAC, keluhan, dan sumber menentukan titik KUDR

Satu titik per lantai tidak otomatis mewakili kualitas udara dalam ruang. Bentuk zona sampling dari batas sistem tata udara, fungsi ruang, pola keluhan, sumber lokal, kepadatan penghuni, dan jadwal operasi; setiap zona berkeluhan perlu pasangan pembanding yang diukur pada waktu serta kondisi hunian yang beririsan.

Zona yang dipisahkanAlasan diperlakukan berbedaTitik dan kondisi pembanding
Zona HVAC berbedaAHU, intake, exhaust, resirkulasi, filter, setelan, atau jam operasi berbeda dapat menghasilkan kondisi udara berbeda.Ambil titik pada zona hunian setiap sistem yang relevan; catat suplai-balik, setelan, filter, pintu/jendela, dan jumlah penghuni.
Keluhan terkumpul pada ruang atau waktu tertentuPola ruang-waktu membantu membedakan sumber lokal, distribusi udara, kegiatan, dan pengaruh udara luar.Pasangkan ruang berkeluhan dengan ruang serupa tanpa keluhan pada jam hunian dan kondisi AC yang sama.
Sumber lokal seperti printer, bahan, dapur, parkir, atau renovasiKonsentrasi dekat sumber tidak mewakili seluruh gedung, tetapi dapat menjelaskan jalur paparan tertentu.Tempatkan titik dekat jalur sumber dan pada zona hunian; sertakan ruang kontrol yang tidak menerima sumber.
Ruang dengan kepadatan atau fungsi berbedaRuang rapat penuh, kantor terbuka, gudang, laboratorium, dan area proses memiliki beban penghuni serta sumber berbeda.Ukur pada penggunaan normal dan puncak relevan; catat jumlah penghuni, durasi, aktivitas, fungsi ruang, dan perubahan selama sampling.
Dugaan pengaruh udara luarIntake dekat lalu lintas, genset, exhaust, konstruksi, atau sumber tetangga dapat membawa polutan ke dalam.Ambil titik luar yang mewakili udara masuk pada waktu beririsan, lalu catat angin, cuaca, sumber yang aktif, pintu, dan tekanan ruang.
Verifikasi setelah perbaikanPerubahan filter, ventilasi, sumber, tekanan, atau kelembapan hanya dapat dinilai bila kondisi sebelum-sesudah sebanding.Ulangi titik, metode, waktu hunian, beban, dan kondisi sumber; dokumentasikan tindakan serta penyimpangan dari rancangan awal.
  1. Tandai batas AHU dan jalur udara pada denah sebelum menentukan titik.
  2. Plot keluhan menurut ruang, waktu, tugas, jumlah penghuni, dan kondisi yang membuatnya membaik atau memburuk.
  3. Tetapkan titik sumber, zona hunian, kontrol dalam ruang, dan luar ruang hanya bila masing-masing menjawab hipotesis.
  4. Rekam kondisi operasi sepanjang sampling agar hasil tidak terlepas dari kejadian yang hendak dijelaskan.

Bukti ventilasi harus menyertai hasil KUDR

Angka KUDR sulit dijelaskan tanpa bukti operasi ventilasi. Catat jadwal AC, udara luar, filter, okupansi, pintu-jendela, tekanan antar-ruang, sumber lokal, dan log keluhan pada hari yang sama agar hasil CO2, suhu, kelembapan, partikulat, CO, VOC, atau mikrobiologi dapat ditafsirkan.

Bukti ventilasiYang dicatat saat samplingMengapa penting untuk interpretasi
Jadwal AC dan mode operasiJam menyala, set point, mode fresh air/resirkulasi bila tersedia, gangguan, dan perubahan selama sampling.Hasil pagi, jam puncak, dan setelah AC mati tidak boleh digabung tanpa konteks operasi.
Jalur udara luarPosisi intake, exhaust, pintu, jendela, parkir, genset, dapur, area merokok, konstruksi, dan arah angin bila relevan.Membedakan sumber dari luar gedung, resirkulasi, atau sumber lokal dalam ruang.
Filter dan perawatanJenis filter, tanggal penggantian, kondisi visual, drain pan, kebocoran ducting, dan riwayat keluhan setelah perawatan.Partikulat, bau, kelembapan, dan mikrobiologi dapat berubah karena perawatan atau kegagalan komponen.
Okupansi dan aktivitasJumlah penghuni, rapat, produksi, pembersihan, printer, bahan kimia, makanan, dan kegiatan tidak rutin.CO2, VOC, partikulat, dan keluhan perlu dibaca bersama sumber serta beban penghuni.
Tekanan dan pemisahan ruangArah aliran pintu, ruang negatif/positif bila ada, koridor, toilet, pantry, laboratorium, atau ruang proses yang terhubung.Membantu menelusuri migrasi bau, gas, kelembapan, atau kontaminan antar-ruang.
Log keluhanRuang, waktu, gejala, penghuni terdampak, kondisi membaik/memburuk, dan kejadian bangunan 5-7 hari terakhir.Menghubungkan angka sesaat dengan pola yang dirasakan penghuni; tanpa log, titik ukur mudah salah sasaran.
Jadwal pembersihan dan bahan yang dipakaiWaktu cleaning, disinfektan atau bahan berbau, pest control, renovasi kecil, penggantian karpet/furnitur, dan jeda sebelum penghuni masuk.VOC, bau, iritasi, dan partikulat dapat berasal dari kegiatan perawatan; tanpa log ini, hasil KUDR mudah disalahartikan sebagai masalah HVAC saja.
  1. Siapkan denah AHU, jalur suplai-balik, dan posisi intake sebelum menentukan titik.
  2. Ukur titik keluhan dan titik pembanding pada jam hunian yang beririsan.
  3. Simpan catatan operasi ventilasi bersama laporan hasil uji, bukan sebagai catatan terpisah yang hilang.
  4. Ulangi pengukuran setelah perbaikan pada titik, waktu, okupansi, dan sumber yang sebanding.
  5. Minta log pembersihan, renovasi, pest control, dan penggantian filter untuk 5-7 hari sebelum sampling bila keluhan bersifat bau atau iritasi.

Apa beda kualitas udara dalam ruang dan udara ambien?

Kualitas udara dalam ruang menilai kondisi udara di dalam bangunan serta hubungannya dengan penghuni, aktivitas, sumber internal, dan ventilasi. Udara ambien menilai udara luar ruang. Tujuan, titik sampling, parameter, dan acuan keduanya berbeda.

Apakah semua pengujian KUDR memakai paket parameter yang sama?

Tidak. Parameter harus dipilih dari jenis ruang, kegiatan, bahan yang dipakai, sistem ventilasi, dugaan sumber, keluhan, dan tujuan laporan. Ruang kantor, produksi, laboratorium, parkir tertutup, dan ruang lembap dapat membutuhkan cakupan berbeda.

Kapan kualitas udara dalam ruang perlu diuji?

Lakukan pemeriksaan pertama untuk mengidentifikasi bahaya, dan lakukan investigasi ketika ada keluhan berulang, renovasi, kebocoran, bau, perubahan proses, atau gangguan ventilasi. Permenaker No. 5 Tahun 2018 Pasal 62 menetapkan pemeriksaan berkala eksternal paling sedikit sekali setahun atau sesuai penilaian risiko atau ketentuan lain; Pasal 64 mengatur pemeriksaan khusus setelah kecelakaan kerja atau laporan dugaan pajanan di atas NAB.

Apa yang perlu disiapkan sebelum meminta penawaran pengujian KUDR?

Siapkan denah dan fungsi ruang, log keluhan, jam penggunaan, jumlah penghuni, jadwal serta catatan perawatan AC, posisi intake dan exhaust, dugaan sumber, lembar data keselamatan bahan, riwayat renovasi atau kebocoran, hasil sebelumnya, tujuan pemeriksaan, dan kontak teknis di lokasi.

Apakah CO2 yang rendah membuktikan kualitas udara dalam ruang aman?

Tidak. CO2 membantu membaca hubungan antara okupansi dan ventilasi pada ruang yang ditempati, tetapi tidak mengidentifikasi partikulat, karbon monoksida, VOC, formaldehida, mikroorganisme, atau sumber lokal lain. Baca hasil bersama jumlah penghuni, kondisi tata udara, waktu ukur, keluhan, dan parameter yang dipilih dari dugaan sumber; satu angka CO2 tidak membuktikan seluruh KUDR aman.

Kualitas Udara Dalam Ruang (KUDR) dinilai dengan menghubungkan keluhan penghuni, sumber pencemar, ventilasi, dan kondisi saat ruang benar-benar digunakan. Parameter tidak dipilih dari daftar tetap: pilih berdasarkan pola keluhan, kegiatan di ruangan, sistem ventilasi, bahan atau proses, serta persyaratan yang relevan seperti Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 dan Permenkes Nomor 48 Tahun 2016.

Kualitas udara dalam ruang (KUDR) adalah kondisi udara di dalam bangunan yang dipengaruhi sumber polutan, aktivitas penghuni, bahan, kelembapan, dan sistem ventilasi. Penilaian KUDR perlu menghubungkan pola keluhan dengan ruang, waktu, kondisi hunian, dan operasi sumber agar pengukuran menjawab penyebab yang sedang dicari.

Sumber di dalam ruang dapat berbeda dari udara luar: material bangunan, produk pembersih, proses kerja, kelembapan, pembakaran, serta penghuni dapat menambah polutan. Udara luar juga dapat masuk melalui intake, pintu, jendela, atau kebocoran bangunan, sehingga investigasi perlu memeriksa kedua jalur.

KUDR tidak dapat dinilai dengan anggapan bahwa udara dalam selalu lebih buruk atau lebih baik daripada udara luar. Gunakan titik pembanding, data udara luar bila relevan, dan kondisi operasi yang sama untuk menilai apakah sumber berasal dari dalam ruang, sistem tata udara, atau lingkungan sekitar.

Ruang lingkup uji diturunkan dari keputusan yang dibutuhkan. Keluhan pengap memerlukan data hunian dan ventilasi; iritasi setelah renovasi memerlukan inventaris bahan; bau apek memerlukan inspeksi kelembapan; sedangkan sumber proses memerlukan penilaian pajanan kerja yang spesifik.

Sejarah KUDR

Perhatian terhadap KUDR meningkat ketika bangunan semakin rapat untuk mengendalikan energi, sementara bahan sintetis, peralatan kantor, dan sistem mekanis menambah sumber yang perlu dikelola. Pelajarannya bukan sekadar menambah udara luar: pengelola harus menyeimbangkan sumber, filtrasi, distribusi udara, kelembapan, energi, dan fungsi ruang.

Penyebab KUDR Adalah

Masalah KUDR muncul ketika sumber polutan, kelembapan, atau panas tidak diimbangi pengendalian dan pertukaran udara yang sesuai. Diagnosis dimulai dari pola ruang-waktu: lokasi keluhan, jam kemunculan, jumlah penghuni, perubahan proses, jadwal AC, cuaca, serta kondisi yang membuat keluhan membaik atau memburuk.

Sumber Polutan KUDR

Sumber pembakaran meliputi genset, kendaraan di parkir tertutup, dapur, pemanas, dan asap tembakau. Sumber material dan kegiatan meliputi cat, perekat, furnitur, bahan pembersih, printer, proses produksi, aerosol, debu renovasi, serta material yang mengandung asbes bila terganggu.

Sumber biologis berkaitan dengan kebocoran, kondensasi, drain pan, filter, karpet atau plafon basah, dan area tersembunyi. Sistem tata udara dapat mengencerkan, menyaring, atau justru mendistribusikan kontaminan; karena itu pemeriksaan sumber dan jalur udara harus dilakukan bersamaan.

Infographic KUDR adalah untuk mempermudah Anda memahami

Parameter

Parameter dipilih dari sumber dan tujuan pemeriksaan, bukan dari satu paket tetap. Untuk kantor, Permenkes No. 48 Tahun 2016 Tabel 6 memuat persyaratan fisika, kimia, dan mikrobiologi; untuk area proses dan pajanan pekerja, gunakan faktor serta periode acuan Permenaker No. 5 Tahun 2018.

Suhu/Temperatur Udara

Untuk ruang kerja perkantoran, Permenkes No. 48 Tahun 2016 Tabel 6 menetapkan suhu 23–26°C; lobi dan koridor 23–28°C. Ukur pada zona hunian saat ruang dipakai, lalu catat kepadatan, beban peralatan, posisi suplai udara, waktu, dan keluhan agar angka suhu dapat ditafsirkan dalam konteks.

Tekanan panas pada pekerjaan produksi adalah pertanyaan berbeda dari kenyamanan termal kantor. Jika sumber panas, beban kerja, pakaian, atau APD memengaruhi pekerja, gunakan rancangan pengukuran iklim kerja dan acuan Permenaker No. 5 Tahun 2018.

Kelembaban Udara

Permenkes No. 48 Tahun 2016 menetapkan kelembapan 40–60% untuk ruang kerja dan 30–70% untuk lobi atau koridor. Kelembapan tinggi perlu ditelusuri bersama kebocoran, kondensasi, material basah, drain pan, dan aliran udara; angka kelembapan saja tidak membuktikan sumber biologis.

Catat metode, posisi sensor, waktu stabilisasi, jumlah penghuni, dan kondisi AC. Jika ada noda air, bau apek, atau material lembap, inspeksi sumber kelembapan harus berjalan bersama pengukuran dan tidak ditunda sampai hasil mikrobiologi tersedia.

Kecepatan Aliran Udara

Persyaratan minimum pergerakan udara ruang perkantoran pada Permenkes No. 48 Tahun 2016 adalah 0,15–0,5 m/detik. Nilai perlu diukur pada posisi penghuni dan dibaca bersama pola suplai-balik, bukaan pintu atau jendela, kepadatan, suhu, kelembapan, serta keluhan tarikan udara.

Kebersihan Udara

Kebersihan udara perlu dibaca per kontaminan. Filter dapat menangkap sebagian partikulat, tetapi tidak otomatis mengendalikan gas, uap, atau sumber biologis; periksa kelas dan kondisi filter, kebocoran pemasangan, jadwal penggantian, kebersihan coil dan drain pan, serta jalur udara yang melewati filter.

Bau

Bau membantu menentukan waktu dan lokasi investigasi, tetapi kuat-lemahnya bau bukan ukuran bahaya. Catat karakter, waktu, durasi, area, aktivitas, arah aliran udara, dan sumber yang beroperasi; pilih analit hanya setelah bahan, proses, atau sumber biologis yang masuk akal dipetakan.

Kualitas Ventilasi

Ventilasi dinilai dari suplai dan pembuangan udara, posisi intake dan exhaust, distribusi ke zona hunian, kondisi filter, tekanan antar-ruang, serta perubahan konsentrasi ketika jumlah penghuni atau sumber berubah. CO₂ dapat menjadi petunjuk hubungan antara hunian dan ventilasi; Permenkes No. 48 Tahun 2016 menetapkan maksimum 1.000 ppm untuk ruang perkantoran, tetapi angka CO₂ tidak mengidentifikasi seluruh polutan.

Jika keluhan berulang, bandingkan area berkeluhan dengan area pembanding pada jam hunian yang sama. Dokumentasikan pengaturan AC dan bukaan, lalu uji kembali setelah sumber atau sistem ventilasi diperbaiki dalam kondisi yang sebanding.

Pencahayaan

Pencahayaan adalah faktor lingkungan kerja yang dinilai terpisah dari kontaminan udara. Permenkes No. 48 Tahun 2016 menetapkan minimum 300 lux untuk ruang kerja dan ruang rapat, 750 lux untuk ruang gambar, 150 lux untuk arsip, serta 250 lux untuk ruang makan; pilih titik ukur sesuai bidang kerja dan kondisi lampu saat digunakan.

Kadar Debu/Partikulat

Partikulat dapat berasal dari pembakaran, aktivitas penghuni, pembersihan, printer, debu luar, pekerjaan interior, atau material yang rusak. Permenkes No. 48 Tahun 2016 menetapkan PM10 maksimum 0,15 mg/m³ untuk ruang perkantoran; penilaian pajanan personal pada pekerjaan berdebu memerlukan metode dan periode acuan higiene industri yang sesuai.

Jangan menafsirkan satu parameter sendirian. Hubungkan hasil dengan sumber, kondisi ventilasi, aktivitas, waktu, titik pembanding, dan periode acuan sebelum menetapkan tindakan.

Keluhan Kesehatan KUDR

Keluhan penghuni adalah petunjuk untuk menyusun investigasi, bukan diagnosis sumber atau penyakit. Data keluhan perlu dikelompokkan menurut ruang, waktu, tugas, dan kondisi bangunan, lalu dibahas bersama tenaga K3, pengelola fasilitas, dan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan.

Dampak Langsung

Keluhan seperti iritasi mata atau tenggorokan, sakit kepala, pusing, atau lelah dapat berkaitan dengan banyak faktor dan tidak mengidentifikasi polutan tertentu. Catat lokasi, waktu, aktivitas, jumlah penghuni, dan apakah keluhan berkurang setelah meninggalkan ruang; gejala yang berat atau menetap memerlukan evaluasi tenaga kesehatan.

Dampak Jangka Panjang

Risiko jangka panjang bergantung pada zat atau agen, konsentrasi, durasi dan frekuensi pajanan, jalur pajanan, serta kerentanan individu. Karena itu, hasil KUDR harus ditafsirkan per parameter dan periode acuan; satu hasil sesaat tidak cukup untuk menyimpulkan risiko penyakit jangka panjang.

Solusi

Tindak lanjut mengikuti temuan: hentikan atau pisahkan sumber, perbaiki kebocoran dan material basah, atur suplai serta pembuangan udara, rawat filter dan drain pan, perbaiki tekanan antar-ruang, dan ubah praktik kerja bila diperlukan. Menambah aliran udara bukan jawaban universal apabila udara luar tercemar atau sumber belum dikendalikan.

Tetapkan pemilik tindakan, tenggat, dan bukti penyelesaian. Verifikasi dengan inspeksi dan pengukuran ulang pada kondisi hunian serta operasi yang sebanding agar perubahan hasil dapat dikaitkan dengan pengendalian.

Pengelola bangunan perlu menutup investigasi dengan perbaikan sumber, ventilasi, kelembapan, atau praktik kerja, kemudian memverifikasi hasilnya. Untuk mengonfirmasi parameter, titik, waktu, dan metode, lihat layanan pengujian kualitas udara dalam ruang atau hubungi A3 Laboratories.

Menelusuri keluhan dan sumber KUDR

Pola keluhanSumber atau bukti yang diperiksaParameter atau tindakan awal
Muncul pada jam atau area tertentuJadwal aktivitas, kepadatan ruang, ventilasi, dan perubahan operasiCatat waktu, lokasi, penghuni terdampak, suhu, kelembapan, dan aliran udara.
Bau, iritasi, atau pusingBahan pembersih, proses, pembakaran, kebocoran, dan udara luarTinjau sumber dan pilih parameter kimia sesuai dugaan pajanan.
Keluhan setelah AC menyala atau di area lembapFilter, drain pan, kelembapan, jamur, dan titik air stagnanPeriksa operasi dan pemeliharaan; tentukan kebutuhan evaluasi mikrobiologi.
Keluhan meluas di banyak ruangPasokan udara luar, distribusi, resirkulasi, dan perubahan bangunanEvaluasi bukti ventilasi serta kondisi terisi penghuni.

Aturan sampling pada kondisi ruang terpakai

Sampling KUDR sebaiknya merekam kondisi normal saat penghuni, peralatan, dan ventilasi beroperasi seperti biasanya. Catat jumlah penghuni, pintu atau jendela terbuka, setelan HVAC, aktivitas pembersihan atau proses, waktu sampling, serta keluhan yang terjadi. Pengukuran di ruang kosong atau setelah sumber dimatikan dapat gagal menjelaskan pajanan yang dilaporkan pekerja.

Gunakan layanan industrial hygiene untuk menyusun parameter dan titik sampling berdasarkan bukti fasilitas. Permenkes Nomor 48 Tahun 2016 dan Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 perlu dibaca bersama ruang lingkup fasilitas yang dinilai.

Pengujian kualitas udara dalam ruang

Perlu menentukan parameter KUDR untuk kantor atau tempat kerja?

A3 Laboratories membantu perusahaan merencanakan pengujian KUDR berdasarkan jenis ruang, aktivitas, sumber keluhan, ventilasi, dan tujuan pemeriksaan.

Sampaikan denah, jam penggunaan, jumlah penghuni, kondisi tata udara, dan dugaan sumber sebelum pengambilan sampel agar parameter, titik, serta waktu pengukuran dapat disusun secara relevan.