Artikel
Memilih Debu Jatuh, TSP, PM10, atau PM2.5
13 Agustus 2021
Diperbarui 24 Juli 2026
Pilih debu jatuh, TSP, PM10, atau PM2.5 dari tujuan, sumber, penerima, periode, metode, dan acuan. Lihat perbedaannya sebelum pengujian udara ambien setempat.
Jawaban singkat
Apa beda debu jatuh, TSP, PM10, dan PM2.5?
Debu jatuh menilai material yang mengendap selama periode pemaparan, sedangkan TSP, PM10, dan PM2.5 menilai partikulat tersuspensi dengan fraksi ukuran serta metode berbeda. Pilih parameter dari tujuan, sumber, penerima, periode, dan acuan. Hasil antarmetode tidak dapat dibandingkan atau saling menggantikan begitu saja.
A3 Laboratories melalui lab.id menyediakan pengambilan sampel dan pengujian udara ambien bagi perusahaan di Indonesia, termasuk pemantauan partikulat sesuai kebutuhan serta ruang lingkup layanan.
- Gunakan debu jatuh untuk pertanyaan deposisi atau keluhan material yang mengendap pada permukaan dalam periode tertentu.
- Gunakan TSP untuk partikulat tersuspensi total sesuai metode dan acuan yang relevan; jangan menyamakannya dengan fraksi PM10 atau PM2.5.
- Gunakan PM10 atau PM2.5 ketika pertanyaan, metode, periode, dan acuan memang mensyaratkan fraksi tersebut.
- Catat sumber, arah angin, cuaca, hujan, kegiatan, jam operasi, titik penerima, gangguan, dan kondisi latar selama pemantauan.
| Parameter | Pertanyaan yang dijawab | Batas interpretasi |
|---|---|---|
| Debu jatuh | Berapa material yang terdeposisi pada kolektor selama periode pemaparan? | Tidak menggambarkan langsung konsentrasi sesaat partikulat tersuspensi atau fraksi respirabel. |
| TSP | Berapa partikulat tersuspensi total menurut metode dan periode yang digunakan? | Tidak identik dengan PM10; hasil bergantung pada inlet, alat, aliran, durasi, dan kondisi lapangan. |
| PM10 | Berapa konsentrasi fraksi partikulat dengan karakteristik pemisahan ukuran PM10? | Tidak menunjukkan komposisi kimia atau sumber tanpa analisis dan bukti tambahan. |
| PM2.5 | Berapa konsentrasi fraksi partikulat halus PM2.5 menurut metode yang digunakan? | Tidak dapat diperkirakan hanya dari TSP atau PM10 pada satu lokasi tanpa data berpasangan. |
| Debu pada lingkungan kerja | Berapa pajanan area atau personal pada konteks pekerjaan? | Acuan, metode, durasi, dan penerimanya berbeda dari udara ambien. |
Apakah debu jatuh sama dengan PM10?
Tidak. Debu jatuh mengukur material yang mengendap pada kolektor selama periode tertentu, sedangkan PM10 adalah fraksi partikulat tersuspensi yang diukur dengan karakteristik pemisahan ukuran dan metode berbeda.
Parameter apa yang dipilih untuk keluhan debu dari industri?
Mulai dari bentuk keluhan, sumber, proses, jarak penerima, arah angin, durasi, dan acuan. Debu mengendap dapat mengarah ke debu jatuh, sedangkan konsentrasi udara dapat memerlukan TSP, PM10, PM2.5, atau analit khusus.
Data apa yang perlu disiapkan sebelum pengujian partikulat udara?
Siapkan peta, sumber, jam dan beban operasi, alat pengendali, keluhan, penerima, cuaca, arah angin, akses listrik dan aman, hasil lama, tujuan, acuan, serta jadwal.
Pada bulan diberlakukannya PSBB (Maret – April – Mei) di DKI Jakarta, terlihat penurunan jumlah hari dengan kualitas udara “Sedang” di bulan April dan kemudian kembali naik di bulan Mei
https://statistik.jakarta.go.id/
Emisi Debu Jatuh – Data yang kami kutip dari Statistik Jakarta dalam Indeks Standar Kualitas Udara menyebutkan, pada periode Januari hingga Juni 2020 jumlah hari dengan kualitas udara “Tidak Sehat” sempat mengalami kenaikan meski ditengah PSBB yang berlangsung. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam atau hari.
Emisi Debu Jatuh Sudah Diatur Dalam PP
Emisi Debu Jatuh sudah ditetapkan ambang batasnya dalam Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara yang selanjutnya diperbaharui menjadi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kedua regulasi ini menyebutkan Debu Jatuh (Dustfall) dan Partikel Tersuspensi (Total Suspended Particulate) merupakan dua parameter penting dalam menentukan kualitas udara Ambien.
Debu jatuh atau debu terendap adalah debu yang berdiameter lebih dari 10 mikron, cepat mengendap akibat pengaruh gravitasi dan terendap di sekitar sumber emisi. Kadar debu terendap ditentukan dengan menggunakan Dust fall collector. Debu jatuh terdiri dari material yang kompleks dengan komposisi yang konstan dan konsentrasi logam berat di dalamnya sangat bervariasi.
Dustfall adalah debu yang jatuh akibat dari pengaruh gravitasi maupun yang terikut air hujan yang diukur setelah pengambilan contoh air uji berupa air hujan menggunakan peralatan ”Deposite Gauge” yang dipaparkan di udara selama minimal 8 jam hingga 1 bulan.
Munculnya Masalah Emisi Debu di Jakarta
Permasalahan kualitas udara di Jakarta dewasa ini diakibatkan adanya beragam kegiatan manuasia seperti pertambangan, transportaasi, pembukaan lahan, pembangunan kawasan perumahan, konversi lahan, pengolahan tanah, generator mesin mesin pabrik dan lain sebagainya. Permasalahan ini timbul karena tidak adanya data mengenai besarnya bangkitan debu dan TSP yang berasal dari kegiatan tersebut.
Pemantauan dan analisa berkala Udara Ambien perlu rutin dilakukan mengingat hasil yang diperoleh bisa dijadikan acuan nasional oleh pihak berkepentingan dalam mengambil kebijakan pengendalian kualitas lingkungan. Salah satu pihak yang berkepentingan dalam hal ini adalah Kementrian Negara Lingkungan Hidup.
Pengujian dapat dilakukan oleh laboratorium lingkungan yang telah mengantongi sertifikasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan mendapat izin resmi dari Kementrian Negara Lingkungan Hidup (KLH), salah satunya Laboratorium Lingkungan milik PT Advanced Analytics Asia Laboratories yang telah terakreditasi KAN No LP-1285-IDN dan telah resmi menjadi Perusahaan Jasa K3 (PJK3). Dengan hasil pengujian yang keluar hanya 10 hari kerja setelah sampel diambil, membuat kewajiban perusahaan dalam pelaporan UKL/UPL/AMDAL menjadi lebih efisien.
Partikulat udara ambien
Perlu membedakan debu mengendap dan partikulat tersuspensi?
Artikel lama ini menggunakan data Jakarta 2020 sebagai konteks sejarah. Untuk keputusan pengujian saat ini, gunakan tujuan pemantauan, kondisi lokasi, acuan terbaru, serta data operasi dan cuaca pada periode sampling.
A3 Laboratories membantu mengonfirmasi apakah pertanyaan lapangan memerlukan debu jatuh, TSP, PM10, PM2.5, atau pendekatan lain.