Artikel

Ciri Air Tercemar dan Kapan Perlu Diuji

7 Oktober 2020

Diperbarui 22 Juli 2026

Kenali tanda air yang diduga tercemar, data lapangan yang perlu dicatat, parameter awal, dan kapan meminta pengambilan sampel laboratorium lingkungan.

Jawaban singkat

Apakah bau, warna, busa, atau endapan membuktikan air tercemar?

Tidak. Bau, warna, busa, endapan, suhu, atau kematian biota adalah tanda awal yang membantu menentukan waktu dan titik sampling, tetapi tidak membuktikan jenis pencemar atau kepatuhan. Jangan mencicipi air yang dicurigai tercemar. Konfirmasi memerlukan sampel yang mewakili kejadian, parameter yang sesuai sumber dugaan, dan acuan untuk media air tersebut.

A3 Laboratories, merek PT Advanced Analytics Asia Laboratories yang beroperasi melalui lab.id, menyediakan pengambilan sampel dan pengujian air, air limbah, air permukaan, serta air tanah untuk perusahaan di Indonesia.

  • Catat waktu, lokasi, warna, bau, busa, endapan, suhu, kondisi cuaca, debit, dan proses yang aktif saat perubahan terlihat.
  • Bedakan air limbah, air permukaan, air tanah, air bersih, dan air proses karena titik, parameter, metode, serta acuannya tidak sama.
  • Petakan titik sumber dugaan, titik sebelum sumber, titik setelah sumber, inlet, outlet, atau titik penaatan sesuai tujuan investigasi.
  • Konfirmasikan wadah, volume, pengawetan, parameter lapangan, waktu simpan, dan chain of custody sebelum mengambil sampel.
  • Bandingkan hasil hanya dengan acuan yang memakai media, parameter, satuan, dan tujuan yang sama.
Tanda atau kejadianApa yang belum dapat disimpulkanData dan parameter awal
Warna berubah, keruh, atau ada endapanWarna tidak mengidentifikasi senyawa dan kejernihan tidak membuktikan air aman.Catat lokasi, waktu, padatan, hujan, pekerjaan tanah, dan aliran; pertimbangkan TSS, kekeruhan, pH, konduktivitas, serta parameter proses.
Bau menyengat, amis, busuk, atau seperti bahan kimiaBau tidak cukup untuk mengidentifikasi zat atau menyatakan hasil melewati baku mutu.Catat waktu, sumber yang aktif, arah aliran atau angin, suhu, dan keluhan; pilih amonia, sulfida, senyawa organik, atau parameter lain hanya bila sesuai sumber.
Busa, lapisan minyak, atau kilap di permukaanPenampilan tidak membedakan deterjen, minyak, bahan organik, atau fenomena alami.Dokumentasikan luas dan durasi; tinjau surfaktan, minyak dan lemak, COD, serta bahan yang digunakan oleh proses terdekat.
Ikan mati atau biota berubahKejadian tidak membuktikan satu penyebab karena oksigen, suhu, pH, toksikan, dan perubahan aliran dapat berperan.Ukur parameter cepat berubah di lapangan, termasuk DO, pH, suhu, dan konduktivitas, lalu konfirmasikan parameter laboratorium dari kronologi.
Perubahan hanya muncul pada jam atau cuaca tertentuSampel di luar periode kejadian dapat tidak mewakili sumber.Susun log kejadian, operasi, hujan, pasang, debit, dan aktivitas sekitar untuk menentukan titik, waktu, serta jenis sampel sesaat atau komposit.

Apakah air yang jernih pasti tidak tercemar?

Tidak. Beberapa zat terlarut, mikroorganisme, atau kontaminan tidak selalu mengubah warna, bau, atau kejernihan. Kesimpulan memerlukan parameter yang dipilih dari sumber, penggunaan air, dan acuan pembanding.

Bolehkah mencicipi air untuk memeriksa apakah air tercemar?

Jangan. Rasa bukan metode pengujian yang aman dan dapat menyebabkan paparan. Gunakan catatan visual atau bau dari jarak aman, prosedur keselamatan lokasi, pengukuran lapangan, dan analisis laboratorium.

Parameter apa yang diuji ketika air berubah warna atau berbau?

Tidak ada satu paket universal. pH, TSS, kekeruhan, BOD, COD, amonia, sulfida, minyak dan lemak, logam, atau mikrobiologi dipilih dari media, proses, kronologi, dan acuan yang berlaku.

Apa yang perlu disiapkan sebelum meminta sampling air?

Siapkan lokasi dan akses titik, foto atau video kejadian, waktu dan durasi, dugaan sumber, proses yang aktif, hujan atau debit, tujuan pengujian, acuan pembanding, hasil sebelumnya, dan tenggat laporan.

Ciri ciri air mengandung limbah – Secara keseluruhan, Permukaan bumi terdapat air dan membentuk sebuah lingkaran (siklus) air. Uap air terbentuk akibat air laut, sungai, sumur, danau dan waduk menguap. Titik uap akan bergerombol membentuk awan. Kandungan uap pada awan akan terkondensasi menjadi butiran-butirn air hujan. Selanjutnya hujan membasahi permukaan bumi dan meresap menjadi air tanah sehingga membentuk mata air, sumur, danau ataupun mengalir melewati sungai menuju lautan. Siklus air tersebut akan berputar terus menerus.

Manusia memerlukan air bersih karena tidak terlepas dari kegiatan sehari hari seperti mencuci, mandi, bersih bersih hingga minum. Oleh karena nya, kondisi air harus selalu bersih dan mengandung mineral baik untuk dikonsumsi.

Namun kenyataannya, kondisi air tidak selalu bersih dan layak minum. Aktivitas produksi pabrik memberikan peran besar dalam pencemaran air. Air yang tercemar mengandung polutan, bakteri dan senyawa berbahaya lainnya sehingga dapat menimbulkan gangguan pencemaran bagi yang mengkonsumsi. Berikut ini adalah beberapa ciri ciri air mengandung limbah.

1. Tercium Bau Aneh Pada Air

Ciri ciri air mengandung limbah adalah mempunyai perubahan pada bau. Air yang sehat biasanya tidak berbau. Ketika kita menemui air yang memiliki bau maka air itu beresiko tercemar oleh zuatu zat polutan tertentu. Biasanya bau yang ditimbulkan dari air yang tercemar ini adalah bau yang aneh, menyengat, ataupun busuk. Ada banyak polutan yang menyebabkan air ini mengalami perubahan pada bau, diantaranya adalah limbah industri, pertanian, atau rumah tangga.

2. Terdapat Warna Pada Air

Jika dilihat degan kasat mata, ciri ciri air limbah adalah mengalami perubahan warna. Air yang sehat terlihat jernih dan tidak berwarna. Ketika air yang seharusnya jernih atau tidak berwarna ini tiba- tiba berubah warna, maka hal ini menandakan bahwa air beresiko tercemar. Perubahan warna ini terjadi karena ada zat yang mencemari tersebut atau polutan. Berbagai polutan yang mencemari air dan dapat membuat perubahan pada warna air ini ada bermacam- macam, seperti limbah industri.

3. Perubahan Rasa Bukan Metode Pemeriksaan

Jangan mencicipi air yang diduga tercemar. Rasa bukan metode pengujian yang aman dan tidak dapat mengidentifikasi pencemar. Gunakan kronologi, pemeriksaan visual dari jarak aman, pengukuran lapangan, serta analisis laboratorium dengan parameter yang dipilih dari sumber dugaan dan penggunaan air.

4. pH Air Tidak Netral

pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan dan perlu dibandingkan dengan acuan untuk jenis serta peruntukan air yang sama. Nilai yang berubah dapat membantu menelusuri kejadian, tetapi pH saja tidak mengidentifikasi pencemar dan nilai yang mendekati netral tidak membuktikan air aman.

5. Terdapat Perubahan Suhu Pada Air

Air mempunyai suhu yang rendah apabila kita bandingkan dengan suhu lingkungan. Pada kondisi normal, air mempunyai suhu yang lebih rendah daripada suhu lingkungan. Saat kita menemui air dalam kondisi normal mengalami perubahan suhu, maka hal ini merupakan ciri air limbah

6. Terdapat Endapan Pada Air

Ciri ciri air mengandung limbah adalah terdapat endapan. Endapan merupakan zat padat yang tidak larut dalam cairan. Sedangkan bahan terlarut merupakan bahan atau zat yang dapat bercampur menjadi satu dengan air tanpa kita sadari, yang tidak menimbulkan sisa (endapan atau ampas).

Kedua bahan pencemar ini, yakni endapan dan bahan terlarut sangat bisa menimbulkan perubahan pada warna, rasa, bau, dan pH atau derajat keasaman pada air. Otomatis hal ini akan merupakan ciri air limbah. Ada banyak bahan yang menjadi endapan atau bahan terlarut ini, seperti sampah sisa- sisa rumah tangga (palstik, air sisa detergen, dan sebagainya), limbah pertanian seperti sisa pupuk cair atau insektisida, tumpahan minyak dan oli, dan lain sebagainya.

Parameter Baku Mutu Air Limbah

Daftar parameter air limbah tidak universal. Pilih parameter dari sumber aliran, sektor, proses, titik sampel, Persetujuan Teknis, dan tujuan pengujian. Permen LH No. 5 Tahun 2014 beserta perubahannya memuat baku mutu untuk sejumlah kegiatan, tetapi fasilitas tetap perlu memeriksa ketentuan sektor dan dokumen yang berlaku.

  • Temperature
  • Zat Padat Terlarut (TDS)
  • Zat Pada Tersuspensi (TSS)
  • pH
  • Besi Terlarut (Fe)
  • Mangan Terlarut (Mn)
  • Barium (Ba)
  • Tembaga (Cu)
  • Seng (Zn)
  • Krom Heksavalen (Cr6+)
  • Krom Total (Cr)
  • Cadmium (Cd)
  • Air Raksa (Hg)
  • Timbal (Pb)
  • Stanum (Sn)
  • Arsen (As)
  • Selenium (Se)
  • Nikel (Ni)
  • Kobalt (Co)
  • Sianida (CN)
  • Sulfida (H2S)
  • Flourida (F)
  • Klorin Bebas (Cl2)
  • Amonia-Nitrogen (NH3-N)
  • Nitrat
  • Nitrit
  • Total Nitrogen
  • Minyak & Lemak
  • Total Bakteri Koliform
  • BOD5
  • COD
  • Fenol
  • Senyawa aktif biru metilen

Pencegahan pencemaran memerlukan pengendalian sumber, pengoperasian pengolahan yang benar, pemantauan pada titik yang mewakili, dan tindak lanjut hasil. Pengujian tidak menggantikan pengelolaan, tetapi menyediakan data untuk menilai kondisi, memeriksa kepatuhan, dan memverifikasi perbaikan.

Acuan umum: PP No. 22 Tahun 2021. Gunakan ketentuan sektor dan dokumen fasilitas untuk menetapkan parameter serta baku mutu pembanding.

Investigasi kualitas air

Perlu memastikan apakah perubahan air menunjukkan pencemaran?

A3 Laboratories membantu menyusun ruang lingkup investigasi kualitas air dari kronologi, media, sumber dugaan, titik sampling, kondisi operasi, parameter, dan acuan pembanding.

Kirim foto kejadian, denah atau koordinat, waktu perubahan, proses yang aktif, kondisi cuaca atau debit, hasil sebelumnya, serta tujuan laporan agar rencana sampling dapat dikonfirmasi.