Panduan sampling pupuk
Panduan Sampling Pupuk untuk Uji Kandungan dan Mutu
Diterbitkan dan diperbarui 22 Juli 2026
Tetapkan lot, sebar increment, reduksi komposit, dan pertahankan contoh retensi agar hasil dapat ditelusuri ke produk yang dinilai.
Sampling pupuk yang representatif dimulai dari satu lot yang jelas, lalu mengambil increment tersebar dan mereduksi komposit tanpa memisahkan fraksi. Untuk pupuk kemasan, jumlah unit yang dipilih mengikuti ukuran lot; untuk curah dan cair, titik, kedalaman, aliran, serta homogenisasi harus ditetapkan. Simpan contoh uji dan retensi dengan segel serta chain of custody.
Per 22 Juli 2026, katalog Badan Standardisasi Nasional mencatat SNI 19-0428-1998 untuk padatan dan SNI 19-0429-1989 untuk cairan atau semi padat berstatus berlaku. Petunjuk teknis Kementerian Pertanian memberi angka operasional: satu lot pupuk terkemas mewakili paling banyak 1.000 karung 40–50 kg; unit terpilih adalah semua kemasan untuk lot 1–10, lalu 5, 7, 10, atau √N menurut ukuran lot. Setiap aturan hanya sah bila jenis produk, kemasan, lot, tujuan uji, dan kewenangan pengambil contoh sesuai.
Gunakan panduan ini untuk menyiapkan data sebelum sampling. Konfirmasikan parameter, massa atau volume, metode, kemasan, dan jadwal dengan layanan pengujian pupuk A3 Laboratories. Semua perpindahan contoh tetap mengikuti panduan chain of custody sampel lingkungan.
Tetapkan satu lot yang dapat ditelusuri sebelum memilih kemasan
Lot adalah populasi yang akan diwakili oleh hasil pengujian. Produk dengan nomor batch, formula, tanggal produksi, pemasok, ukuran kemasan, atau kondisi penyimpanan berbeda tidak boleh digabung hanya karena nama dagangnya sama. Jika batas lot salah, prosedur komposit yang rapi tetap menghasilkan kesimpulan yang salah sasaran.
| Kondisi persediaan | Batas lot yang dicatat | Bukti yang diperiksa | Risiko bila digabung |
|---|---|---|---|
| Pupuk kemasan satu produksi | Produk, formula, nomor lot/batch, tanggal, ukuran dan jumlah kemasan, lokasi | Label, dokumen produksi/penerimaan, susunan palet, kondisi segel | Perbedaan formula atau produksi tersamarkan dalam satu hasil |
| Pupuk curah atau tumpukan | Sumber, periode produksi/penerimaan, silo atau tumpukan, massa, riwayat pencampuran | Aliran masuk-keluar, denah, segregasi, kelembapan, penggumpalan | Fraksi ukuran dan bagian lembap tidak terwakili |
| Pupuk cair atau semi padat | Tangki, batch, volume, tinggi isi, status agitasi/sirkulasi, temperatur | Skema tangki, titik valve, waktu homogenisasi, endapan atau pemisahan fase | Sampel hanya mewakili satu lapisan atau pipa mati |
| Sengketa atau pengawasan | Lot, kepemilikan, kondisi segel, pihak hadir, urutan penguasaan | Surat tugas, berita acara, saksi, foto, segel, contoh retensi | Jejak bukti dan kewenangan sampling dapat dipersoalkan |
PP No. 7 Tahun 2026 mengatur pelaksanaan sistem budi daya pertanian berkelanjutan, termasuk pengujian, pendaftaran, peredaran, dan pengawasan pupuk. Dokumen pembanding tetap harus dipilih menurut produk: standar produk, spesifikasi atau label, nomor pendaftaran, kontrak, atau program pengawasan yang berlaku.
Jumlah kemasan terpilih mengikuti ukuran lot, bukan kenyamanan akses
Untuk pupuk terkemas, Petunjuk Teknis Pengambilan Contoh Pupuk dan Pembenah Tanah Kementerian Pertanian menetapkan jumlah unit yang dipilih seperti tabel berikut. Pilih unit secara acak dari seluruh lot, termasuk posisi atas, tengah, bawah, depan, dan belakang yang dapat diakses aman; jangan mengambil seluruh contoh dari palet terdekat.
| Jumlah karung atau peti per lot | Jumlah unit yang dipilih | Contoh perhitungan | Catatan penerapan |
|---|---|---|---|
| 1–10 | Semua unit | Lot 8 karung: pilih 8 | Setiap kemasan menjadi sumber contoh primer. |
| 11–25 | 5 unit | Lot 20 karung: pilih 5 | Sebarkan pemilihan secara acak pada seluruh tumpukan. |
| 26–50 | 7 unit | Lot 40 karung: pilih 7 | Catat nomor atau posisi setiap kemasan terpilih. |
| 51–100 | 10 unit | Lot 80 karung: pilih 10 | Jangan mengganti unit rusak tanpa mencatat keputusan. |
| Lebih dari 100 | √N unit | Lot 400 karung: √400 = 20 | Dokumentasikan cara pembulatan bila hasil bukan bilangan bulat. |
Petunjuk teknis tersebut menyatakan satu lot pupuk terkemas mewakili paling banyak 1.000 karung berukuran 40–50 kg. Jika populasi melebihi 1.000, pisahkan menjadi lot yang didefinisikan dan hitung pemilihan untuk setiap lot. Konfirmasi batas lot berbeda bila standar produk, skema sertifikasi, kontrak, atau otoritas pengawasan menetapkan ketentuan khusus.
Massa contoh primer dan pembagian contoh retensi
Petunjuk teknis Kementerian Pertanian menggunakan 0,5–1 kg dari setiap kemasan terpilih, lalu menggabungkannya sebagai contoh campuran. Setelah homogenisasi dan reduksi, panduan menyiapkan tiga kantong masing-masing 1 kg: satu untuk pengujian laboratorium, satu arsip laboratorium, dan satu arsip perusahaan.
Angka tersebut bukan izin untuk mengabaikan kapasitas laboratorium atau kebutuhan analit. Massa akhir, bahan kemasan, dan jumlah contoh retensi harus disepakati sebelum sampling, terutama bila ada pengujian fisik, mikrobiologi, senyawa volatil, beberapa laboratorium, atau kebutuhan uji ulang.
Pilih alat dan pola increment menurut bentuk pupuk
Bentuk produk menentukan jalur segregasi dan kontaminasi yang harus dikendalikan. Serbuk dapat kehilangan fraksi halus, granular dapat terpisah menurut ukuran, tumpukan curah dapat berbeda menurut kedalaman, dan cairan dapat mengendap atau membentuk fase.
| Bentuk produk | Cara menjaga keterwakilan | Alat atau kondisi yang dicatat | Hindari |
|---|---|---|---|
| Padat serbuk | Ambil dari kemasan atau posisi tersebar tanpa kehilangan debu dan fraksi halus | Tombak atau sekop kompatibel, kondisi kering, angin, gumpalan, bahan alat | Scoop permukaan, alat basah, atau pencampuran terbuka saat berangin |
| Granular atau prill | Sebarkan increment pada posisi lot atau sepanjang aliran proses | Ukuran granul terlihat, segregasi, awal-tengah-akhir aliran, waktu | Memilih hanya granul besar atau kecil yang mudah diambil |
| Curah dalam tumpukan | Ambil di beberapa titik sekeliling pada bagian bawah, tengah, dan atas sesuai akses aman | Denah, kedalaman, orientasi, kelembapan, penggumpalan, massa lot | Masuk ruang berbahaya atau mengambil satu sekop dari permukaan |
| Cair atau semi padat | Tentukan homogenitas, tinggi isi, lapisan, titik valve, dan volume proporsional | Status agitasi, temperatur, endapan, alat steril bila diperlukan, waktu | Valve mati, lapisan atas saja, atau mengklaim homogen tanpa bukti |
Pupuk curah dan conveyor memerlukan sebaran ruang atau waktu
Tumpukan curah dinilai dengan increment yang tersebar pada geometri lot; aliran conveyor dinilai dengan increment yang tersebar sepanjang periode produksi lot. Untuk tumpukan, petunjuk teknis mengambil sekitar 0,5–1 kg pada setiap titik bawah, tengah, dan atas yang direncanakan. Untuk conveyor, interval dihitung dari jumlah contoh primer yang diperlukan dan total waktu pembentukan lot.
- Definisikan lot. Catat massa, waktu produksi, sumber bahan, perubahan formula, penghentian, dan awal-akhir aliran.
- Hitung kebutuhan increment. Gunakan standar atau rencana PPC; jangan menetapkan “setiap satu jam” tanpa menguji apakah interval itu mencakup seluruh lot.
- Sebarkan pengambilan. Untuk tumpukan, tutup posisi dan kedalaman; untuk conveyor, tutup awal, tengah, akhir, dan perubahan proses.
- Catat setiap increment. Rekam waktu, posisi, massa, petugas, kondisi produk, dan kejadian proses.
- Gabungkan hanya populasi yang sama. Jika formula atau kondisi berubah, hentikan dan tentukan apakah lot baru perlu dibuat.
Pupuk cair membedakan tangki homogen, lapisan, dan tinggi isi
Sampling pupuk cair tidak boleh bergantung pada satu valve tanpa memeriksa desain tangki dan homogenitas. Untuk tangki silinder tegak yang dinyatakan homogen, petunjuk teknis mengambil lima bagian dengan volume sama: satu pada 1/10 tinggi cairan dari dasar, tiga di sekitar pertengahan, dan satu pada 9/10 tinggi, kemudian menggabungkannya.
Untuk tangki silinder horizontal, tinggi isi mengubah proporsi cairan pada lapisan. Ringkasan berikut berasal dari tabel petunjuk teknis Kementerian Pertanian; tinggi titik dinyatakan sebagai persentase terhadap tinggi tangki dari dasar.
| Tinggi cairan terhadap tangki | Titik dari dasar | Proporsi volume gabungan | Arti praktis |
|---|---|---|---|
| 10% | Bawah 5% | Bawah 100% | Satu lapisan karena isi sangat rendah |
| 20% | Bawah 10% | Bawah 100% | Pastikan alat benar-benar mencapai bagian cairan |
| 30% | Tengah 20%; bawah 10% | Tengah 60%; bawah 40% | Gabungkan menurut proporsi, bukan volume sama |
| 40% | Tengah 25%; bawah 10% | Tengah 70%; bawah 30% | Catat tinggi aktual sebelum menghitung volume |
| 50% | Tengah 30%; bawah 10% | Tengah 80%; bawah 20% | Periksa endapan sebelum menyatakan homogen |
| 60–100% | Atas, tengah, bawah sesuai tabel metode | Atas 10%; tengah 80%; bawah 10% | Tinggi titik atas dan tengah berubah menurut persentase isi |
Angka tersebut adalah rancangan metode, bukan izin untuk membuka tangki tanpa pengendalian bahaya. Jangan memasuki ruang terbatas, membuka sistem bertekanan, atau memanjat tanpa akses yang disetujui. Bila cairan tidak homogen, terdapat endapan, atau titik tidak dapat diakses aman, dokumentasikan keterbatasan dan susun alternatif bersama PPC serta laboratorium.
Komposit dan quartering tidak boleh mengubah komposisi
Reduksi bertujuan memperkecil massa sambil mempertahankan proporsi seluruh fraksi. Jangan mengambil sejumput dari permukaan komposit. Petunjuk teknis menyebut quartering minimal dua kali; pembagi contoh dapat dipakai bila sesuai bentuk produk dan rencana.
- Gabungkan semua increment yang telah ditetapkan pada wadah atau terpal bersih, kering, dan kompatibel.
- Homogenkan tanpa menghancurkan granul bila ukuran atau kekuatan granul akan diuji.
- Bagi menjadi empat bagian setara; keluarkan dua kuadran berlawanan dan gabungkan dua sisanya.
- Ulangi sampai massa yang dibutuhkan tercapai tanpa memilih fraksi tertentu.
- Bagi contoh uji dan retensi, lalu label, segel, timbang, foto, dan catat seluruh pembagian.
Jangan menggiling, mengeringkan, mengayak, atau mengubah kondisi contoh di lapangan kecuali metode tertulis mensyaratkannya. Preparasi laboratorium harus dibedakan dari sampling karena setiap perubahan dapat memengaruhi kadar air, ukuran granul, homogenitas, dan hasil analit.
Parameter, satuan, dan basis hasil mengikuti klaim produk
Istilah “uji pupuk lengkap” tidak cukup untuk memilih contoh dan metode. Tulis jenis produk, klaim label, parameter, satuan, basis pelaporan, batas pelaporan, metode, dan dokumen pembanding sebelum sampling.
| Tujuan | Data sebelum sampling | Kelompok parameter yang mungkin relevan | Pemeriksaan hasil |
|---|---|---|---|
| Verifikasi label atau spesifikasi | Formula, klaim, nilai target, standar produk, dan nomor pendaftaran | Hara makro/mikro, kadar air, bahan organik, pH, atau parameter khusus produk | Nama analit, satuan, basis basah/kering, metode, dan toleransi harus sebanding |
| Mutu fisik | Definisi ukuran, kekerasan, penggumpalan, dan kondisi penyimpanan | Distribusi ukuran, kadar air, kekerasan, material asing, kondisi visual | Pastikan sampling atau reduksi tidak menghancurkan fraksi yang dinilai |
| Dugaan kontaminasi | Bahan baku, proses, riwayat lot, sumber dugaan, dan kriteria keputusan | Analit berbasis risiko dan ketentuan, bukan paket generik | Periksa blank, batas pelaporan, ketidakpastian konteks, dan keterwakilan lot |
| Sengketa atau pengawasan | Kewenangan, pihak hadir, dasar hukum, jumlah retensi, dan laboratorium tujuan | Parameter yang ditetapkan dalam dokumen resmi | Jaga identitas, segel, berita acara, saksi, dan urutan penguasaan |
Kendalikan kontaminasi silang dan pertahankan contoh retensi
Alat, sarung tangan, terpal, pembagi, dan wadah dapat memindahkan produk dari satu lot ke lot berikutnya. Gunakan bahan yang tidak bereaksi dengan produk, bersihkan atau ganti antar-lot, dan dokumentasikan metode pembersihan. Hindari alat basah untuk padatan kecuali prosedur membenarkannya.
| Tahap | Kontrol | Rekaman | Tanda bahaya |
|---|---|---|---|
| Sebelum lot | Inspeksi kebersihan, kekeringan, bahan alat, kemasan, dan segel | ID alat, kondisi awal, bahan pembersih, lot kemasan | Sisa produk, karat, lembap, bau, atau label lama |
| Antar-increment | Lindungi komposit dari lantai, angin, hujan, kendaraan, dan tangan | Lokasi pencampuran, penutup, sarung tangan, kejadian | Fraksi halus hilang, bahan asing masuk, produk tercecer |
| Antar-lot | Bersihkan atau ganti alat dan sarung tangan sesuai rencana | Waktu, petugas, metode, pemeriksaan hasil pembersihan | Lot berkadar tinggi diikuti lot berkadar rendah tanpa kontrol |
| Retensi | Gunakan bagian setara, wadah kompatibel, label, segel, dan penyimpanan terkendali | ID, massa/volume, nomor segel, penerima, lokasi, kondisi, masa simpan | Retensi dibuat belakangan dari sisa yang tidak lagi homogen |
Checklist sampling pupuk sebelum contoh dikirim
Gunakan checklist ini untuk rencana, berita acara, dan pemeriksaan akhir. Untuk pengawasan atau sengketa, pastikan seluruh pihak menyepakati kewenangan dan penanganan contoh retensi sebelum segel dibuka.
Lot dan rencana
- ☐ Produk, formula, lot/batch, tanggal produksi, jumlah, ukuran kemasan, lokasi, dan pemilik tercatat.
- ☐ Tujuan uji, dokumen pembanding, parameter, satuan, basis, metode, dan laboratorium disepakati.
- ☐ PPC, surat tugas, saksi, berita acara, akses, keselamatan, dan dokumentasi disiapkan bila diperlukan.
Increment dan reduksi
- ☐ Jumlah unit atau increment dihitung dari standar/rencana dan tersebar pada seluruh lot.
- ☐ Posisi, waktu, massa/volume, alat, kondisi produk, dan deviasi setiap increment dicatat.
- ☐ Penggabungan, homogenisasi, pembagi atau quartering, serta bagian yang dipertahankan terdokumentasi.
Contoh uji, retensi, dan serah-terima
- ☐ Contoh uji dan retensi memiliki ID, massa/volume, wadah, segel, kondisi, dan tujuan yang jelas.
- ☐ Label cocok dengan foto, berita acara, permintaan analisis, dan chain of custody.
- ☐ Waktu, penyerah, penerima, kondisi pengiriman, nomor segel, penyimpanan, dan deviasi tercatat.
Hasil uji hanya mewakili lot dan rancangan yang tercatat
Telaah hasil bersama identitas lot, sampling plan, berita acara, dan catatan reduksi. Pastikan komposit berasal dari satu populasi, metode dan batas pelaporan sesuai, serta satuan dan basis hasil sama dengan pembanding. Hasil analisis tidak dapat memperbaiki lot yang salah didefinisikan, fraksi yang hilang, atau contoh yang tercemar.
Untuk mengonfirmasi parameter dan kebutuhan massa atau volume, hubungi A3 Laboratories dengan jenis pupuk, bentuk produk, nomor lot, jumlah kemasan atau volume tangki, tujuan uji, dokumen pembanding, dan tenggat laporan.
Referensi
- Badan Standardisasi Nasional, SNI 19-0428-1998 — Petunjuk pengambilan contoh padatan, status berlaku pada katalog BSN saat diperiksa 22 Juli 2026.
- Badan Standardisasi Nasional, SNI 19-0429-1989 — Petunjuk pengambilan contoh cairan dan semi padat, status berlaku pada katalog BSN saat diperiksa 22 Juli 2026.
- Balai Penelitian Tanah, Kementerian Pertanian, Petunjuk Teknis Pengambilan Contoh Pupuk dan Pembenah Tanah, Cetakan I 2021.
- Kementerian Pertanian, PP No. 7 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang No. 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan.
Pertanyaan umum tentang sampling pupuk
Berapa karung pupuk yang harus diambil sebagai contoh?
Petunjuk teknis Kementerian Pertanian menetapkan semua kemasan untuk lot 1–10; 5 kemasan untuk 11–25; 7 untuk 26–50; 10 untuk 51–100; dan akar kuadrat jumlah kemasan untuk lot di atas 100. Penerapannya harus mengikuti lot, bentuk kemasan, standar produk, tujuan uji, dan rencana PPC yang berwenang.
Apakah sampel dari dua nomor lot boleh dicampur?
Tidak bila hasil akan dipakai untuk menilai masing-masing lot. Tanggal produksi, formula, pemasok, kondisi penyimpanan, atau nomor batch yang berbeda harus dipisahkan. Mencampurnya membuat hasil tidak dapat ditelusuri ke populasi yang jelas.
Bagaimana cara memperkecil contoh komposit pupuk padat?
Gunakan pembagi contoh atau quartering yang terdokumentasi tanpa memilih fraksi tertentu. Petunjuk teknis Kementerian Pertanian menyebut quartering minimal dua kali, lalu menyiapkan tiga bagian masing-masing 1 kg untuk contoh uji, arsip laboratorium, dan arsip perusahaan.
Siapa yang perlu mengambil sampel pupuk untuk sengketa atau pengawasan?
Untuk keputusan resmi, tetapkan kewenangan sebelum sampling. Petunjuk teknis Kementerian Pertanian menempatkan pengambilan contoh pada Petugas Pengambil Contoh atau PPC yang tersertifikasi, dengan surat tugas, saksi, berita acara, label, segel, dokumentasi, dan contoh retensi.