Artikel

Metil Merkaptan: Kapan Perlu Diuji di Tempat Kerja?

25 Agustus 2021

Diperbarui 4 Agustus 2026

Kenali kapan metil merkaptan perlu diuji, data sumber dan keluhan yang disiapkan, serta perbedaan pemeriksaan kebauan, area kerja, dan keadaan darurat.

Jawaban singkat

Kapan metil merkaptan perlu diuji?

Uji metil merkaptan diperlukan ketika bahan atau proses memang dapat melepaskan CH3SH dan perusahaan perlu menilai pajanan, kebocoran, pengendalian, atau pola keluhan. Bau saja tidak mengukur konsentrasi dan tidak boleh dipakai untuk menyatakan area aman, terutama saat konsentrasi tidak diketahui atau ada risiko kebakaran.

A3 Laboratories melalui lab.id menyediakan pengujian udara lingkungan kerja, kebauan, dan industrial hygiene bagi perusahaan di Indonesia; ruang lingkup metil merkaptan perlu dikonfirmasi sebelum pekerjaan.

  • Identifikasi inventaris bahan, SDS, proses, tangki, jalur transfer, ventilasi, titik pelepasan, dan pekerjaan yang dapat menghasilkan CH3SH.
  • Bedakan kebutuhan tanggap darurat, deteksi kebocoran, pajanan pekerja, keluhan kebauan, dan udara ambien karena alat, waktu, titik, serta acuannya berbeda.
  • Catat waktu bau, lokasi, arah angin, kondisi operasi, alarm, gangguan proses, keluhan, dan tindakan yang sudah dilakukan.
  • Jangan melakukan sampling rutin pada keadaan darurat atau konsentrasi tidak diketahui tanpa penilaian bahaya dan prosedur yang sesuai.
Pertanyaan lapanganPendekatanBatas interpretasi
Apakah ada kebocoran aktif?Gunakan prosedur tanggap darurat dan alat deteksi yang sesuai oleh personel berwenang.Sampling laboratorium terjadwal tidak menggantikan respons terhadap kondisi tidak diketahui.
Berapa pajanan pekerja?Rancang pengukuran personal atau area dari tugas, durasi, sumber, ventilasi, dan periode acuan.Bau tidak menunjukkan dosis yang diterima pekerja.
Dari mana keluhan kebauan berasal?Pasangkan log keluhan dengan operasi sumber, titik, waktu, cuaca, dan senyawa dugaan.Satu senyawa tidak otomatis menjelaskan seluruh campuran bau.
Apakah pengendalian efektif?Bandingkan kondisi sebelum–sesudah yang setara dan catat ventilasi serta beban proses.Perubahan operasi dapat membuat perbandingan tidak setara.
Apakah area aman dari kebakaran?Gunakan penilaian keselamatan proses dan deteksi gas yang sesuai.Hasil bau atau satu sampel lingkungan tidak membuktikan keamanan kebakaran.

Apakah bau tajam membuktikan konsentrasi metil merkaptan berbahaya?

Tidak. Bau dapat menjadi petunjuk awal, tetapi konsentrasi, campuran, durasi, lokasi, dan kondisi proses perlu diukur atau dinilai dengan pendekatan yang sesuai.

Apa beda uji kebauan dan uji pajanan metil merkaptan?

Uji kebauan menilai konteks keluhan dan sumber bau pada lokasi serta periode tertentu. Penilaian pajanan kerja menilai konsentrasi yang diterima pekerja menurut tugas dan durasi. Rancangan dan acuan keduanya berbeda.

Data apa yang perlu disiapkan sebelum pengujian metil merkaptan?

Siapkan SDS, diagram proses, sumber dan titik pelepasan, ventilasi, tugas dan shift, log bau, alarm, cuaca, riwayat gangguan, hasil lama, tujuan uji, serta prosedur keselamatan lokasi.

Apakah hasil metil merkaptan area dapat mewakili pajanan personal pekerja?

Tidak otomatis. Hasil area menunjukkan kondisi pada titik ukur, sedangkan pajanan personal mengikuti pekerja, tugas, durasi, jarak dari sumber, ventilasi, dan penggunaan pengendalian. Jika keputusan menyangkut risiko pekerja, rencana ukur perlu menjelaskan apakah pertanyaannya adalah kebauan area, kebocoran sumber, atau pajanan personal selama pekerjaan tertentu.

Apa Itu Metil Merkaptan?

Metil Merkaptan atau Methyl Mercaptan merupakan senyawa karbon di udara dengan rumus kimia CH3SH. Gas ini tidak berwarna namun berbau menyengat dan mudah terbakar serta mudah terlarut dalam air, larut dalam pelarut organik dan juga dikenal sebagai methanethiol. Gas beracun ini sering digunakan dalam kegiatan pulp and paper.

Selain itu, senyawa ini juga menjadi campuran gas LPG dengan tujuan alarm dini dan keamanan, seperti yang diungkapkan oleh Putra dari Team G-Serve Gasdom Region I pada Liputan6.com “Jadi bila tercium bau gas itu, masyarakat bisa langsung melakukan antisipasi dengan menjauhkan dari aliran listrik atau bahan yang mudah terbakar”.

Bahaya Bagi Manusia

Namun, muncul bahaya lain dari penggunaan senyawa ini dalam produksi barang komersial. Sebagai contoh, pada kegiatan pengolahan pulp and paper di pabriknya, gas ini menyebar dengan sangat cepat dan berpotensi menyerang kesehatan manusia seperti sesak nafas dan kerusakan pada paru paru.

Selain menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia, senyawa ini juga berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran dan ledakan yang terjadi. Seperti contoh pada tangki penimbunan LPG Pertamina Tanjung Perak Surabaya berjumlah 8 buah yang dipasang secara seri dan tidak terpisah secara efektif satu sama lainnya. Tangki penimbunan ini berisi LPH campuran yang terdiri dari bahan kimia buatan, propana dan ditambah dengan Metil Merkaptan.

Langkah Meminimalkan Bahaya yang Berpotensi Muncul

Guna mengantisipasi terjadinya hal negatif akibat penggunaan bahan kimia dalam kegiatan industri, pelaku industri perlu dilakukan analisa dan pemantauan rutin oleh Laboratorium Lingkungan yang telah mengantongi akreditasi dari lembaga KAN dan telah ditunjuk sebagai Perusahaan Jasa Kesehatan dan Keselamatan Kerja (PJK3) seperti Laboratorium Lingkungan PT Advanced Analytics Asia Laboratories.

Parameter kebauan sendiri mengacu kepada KepmenLH Nomor 50/1996 tentang Baku Tingkat Kebauan. Dalam KepmenLH ini ada 5 parameter kebauan yaitu amoniak, metil merkaptan, hidrogen sulfida, methyl sulfida dan stirena. Semua parameter ini memiliki nilai ambang batas yang wajib dimonitoring setidaknya 6 bulan sekali.

Referensi : Jurnal Daerah

Gas berbau dan mudah terbakar

Perlu membedakan keluhan bau dari risiko pajanan atau kebakaran?

Metil merkaptan atau methanethiol adalah gas berbau kuat dan mudah terbakar. Artikel ini bukan prosedur tanggap darurat; kondisi tidak diketahui perlu ditangani sesuai rencana keselamatan fasilitas.

Untuk pengujian terencana, A3 Laboratories memerlukan data bahan, proses, sumber, tugas, ventilasi, pola keluhan, tujuan, dan kondisi yang perlu diwakili.